Pengikut

Jumat, 08 Januari 2021

Belajar dari Pembantu

 


BELAJAR DARI PEMBANTU


Oleh: Sigit Setyawadi


Saat itu saya masih mahasiswa, antara tahun 1975 - 1980. Menjelang hari raya, pembantu mbak Reni (kakak saya) yang dipanggil mbok, pamit pulang ke kampung. Dia menitipkan perhiasan emasnya ke kakak saya. Kakak saya menanyakan mengapa perhiasannya tidak dipakai selama lebaran di kampung ? Bukankah itu akan membuat mbok bangga. 


Jawaban mbok luar biasa, dan selanjutnya saya pakai sebagai pedoman hidup saya. Dia menjawab dengan bahasa jawa, tetapi bahasa Indonesianya begini: "Kalau saya yang memakai, meskipun emas asli, akan dianggap imitasi. Sebaliknya kalau jeng yang pakai (beliau memanggil kakak saya jeng), imitasi pun akan dianggap sebagai asli."


Kalimat itu terus mengiang di telinga dan semakin lama semakin terbukti kebenarannya. Bukan apa yang dipakai tetapi siapa yang memakai itu yang paling penting. Jack Ma bahkan mengatakan: "Kalau kamu tidak punya uang, kata kata motivasimu akan terdengar seperti kentut. Kalau kamu memiliki banyak uang, kentutmu bahkan bisa memotivasi."


Saat menjadi dokter umum di Puskesmas Kerek, saya sudah dianggap paling kaya oleh teman teman, karena pasien saya memang sangat banyak. kalau hari Senin sekitar 100 orang, hari lain 50 an. Suatu saat kacamata saya tertinggal di Dinas Kesehatan Tuban (saat itu masih menjadi satu dengan Rumah Sakit). Saya sendiri sudah lupa dengan kacamata itu karena itu kacamata murahan, 10 ribu dapat 3.  Ketika saya berkunjung lagi ke sana, kepala kantor pak Eko menemui saya membawa sebuah bungkusan. Rupanya ada karyawan yang menemukan kacamata itu dan tahu itu milik saya. Pak Eko mengatakan kepada stafnya kalau milik pak Sigit pasti mahal, jadi mereka simpan dengan hati hati. Ketika saya katakan bahwa ini kacamata 10.000 dapat tiga, beliau tidak percaya dan menganggap saya bergurau.


Begitulah kehidupan saya, tidak pernah aneh aneh. Baju dan celana juga yang murah murah. Celana pendek untuk di rumah sama dengan yang dipakai sopir mertua. Ibu mertua saya yang suka sewot kalau saya memakai celana atau kaos yang sama dengan yang dipakai sopir. ๐Ÿ˜Š


Sampai menjadi spesialis pun, kacamata baca masih saya beli di pinggir jalan. Semua menganggap itu mahal, kecuali orang yang ahli tentunya. Suatu saat, ketika kontrol pasca melahirkan, pasien saya yang pemilik toko kacamata memberi saya hadiah kacamata baca. Dengan serius beliau mengatakan: "Dok, saya yang malu melihat dokter pakai kacamata 10 ribuan."  Rupanya beliau tahu nilai kacamata saya. Saya yang pakai, dia yang malu. Yang salah siapa ya?


Bu Wati (isteri saya) lebih gila lagi. Sewaktu di Batu, beliau biasa saja naik angkot maupun ojek. Suatu hari naik angkot turun di depan Klinik saya. Kondektur teriak rumah sakit dokter Sigit dan mengira isteri saya akan periksa. Padahal dialah pemiliknya. 


Bagitulah, kami beranggapan bahwa apapun yang kami pakai akan nampak mahal, meskipun sebenarnya murah. Itulah perasaan kaya yang sesungguhnya. Tidak perlu harus mengada adakan supaya dianggap kaya.  Karena percuma saja, bawah sadar kita akan memvibrasikan kondisi kita yang sebenarnya. 


Secara keuangan, orang kaya hidup di bawah standard kemampuannya, sehingga bertambah kaya. Sedang orang miskin hidup di atas kemampuannya sehingga bertambah miskin. 


Semoga bermanfaat.

๐Ÿ™๐Ÿ™


Sumber : WAG

Bu Raitul Aisya

 



Assalamualaikum Wr.Wb.


Ibu kepala sakolah dan ibu bapak dewan guru beserta staf yang saya hormati๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


Pada kesempatan ini perkenankan saya mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu bapak dewan guru semua nya atas segala bantuan selama ini selama saya berdinas di SDN 17 RL.


Kami sekeluarga menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan yg baik di sengaja atau pun tidak di sengaja dalam kegiatan di sekolah maupun selama berinteraksi sehari-hari.


Saya mohon diri  bertugas di tempat yang baru karena mengikuti suami yang pindah tugas. Terima kasih juga atas segala bentuk perhatian yang diberikan kepada saya dan keluarga, semoga menjadi catatan kebaikan dari ibu bapak semua. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan karunia-Nya kepada kita semua. Aamiin Allahumma Aamiin 


Semoga kedepan nya silahturahmi kita tetap terjalin

Wass wrwb ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

                                                  

Selanjutnya saya mohon diri keluar dari grup ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

Wa'alaikumsalam yuk...

Maaf jugo kalo ada salah sengaja atau tidak sengaja. Selamat berkumpul dg keluarga yuk ๐Ÿ˜‡



Penyerahan uang takziah

 


Penyerahan uang takziah atas meninggalnya suami bu rawawati dari PGRI curup selatan.


Jumat 8.1.2021

 







Penjelasan Ilmiah terkait COVID-19

oleh dr. Moh. Indro Cahyono (ahli virus).


1. Virus (termasuk covid-19) adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup. Dia tidak bisa hidup menempel apalagi memproduksi markas virusnya di benda-benda mati. Namun ada catatannya. Kalao misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau luda) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Kalao baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Kalao sudah mengering ya sudah virusnya akan mati.

 

2. Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja. Semua jenis virus. Mau virus flu, TB, paru, dll. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama dropletnya kering, dibersihkan maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan antis, sabun, air panas, asing, atau cairan cuka/asam. 


3. Virus tidak bisa hidup di air panas, air asing, cuka, atau cairan asam Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dll). 


4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor. 


5. Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah Karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula. Anti bodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif cukup mengonsumsi vitamin, dan antibiotik. Jangan ke RS yang sudah ditentukan karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah. 


6. Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik maka antibodinya akan lambat berproduksi Dengan itulah kita mudah terserang. Apalagi stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti) lalu membuat tubuh lemah. 


7. Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks. Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana maka cukup dibersihkan saja. 


8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara. 


9. Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali. Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi. Hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memorinya akan menampilkan data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi. 


Yang paling penting dengan adanya covid-19 ini semua orang jadi sadar sehat 


Tumbuhkan rasa optimisme, dan pengetahuan tentang virus. Jangan buat asumsi salah-salah yang membuat kepanikan..



VAKSIN DOSIS TINGGI.


Dalam situasi dunia diliputi  oleh berbagai penyakit termasuk flu covid ini, kita perlu menangkalnya dengan vaksin untuk meningkatkan  imunitas tubuh.


Kita perlu vaksin anti virus yang sudah "teruji dan dijamin" oleh Pencipta nya pasti mujarab dan tidak perlu uji klinis.


Yaitu vaksin Langit, vaksin berdosis tertinggi.


Al-Quran adalah VAKSIN LANGIT terampuh yang mampu  membuat hati damai, tenang dan meningkatkan imunitas.


Allah SWT berfirman :


ูˆู†ู†ุฒู„ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุงู† ู…ุง ู‡ูˆ ุดูุงุก ูˆุฑุญู…ุฉ ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู†.

ุงู„ุงุณุฑุงุก ูกูง ุงู„ุงูŠุฉ ูจูข.


"Dan Kami turunkan Al-Quran, suatu penawar berupa  penyembuh dan rahmat bagi orang orang yang beriman"

(Surah Al-Israa 17, ayat 82).


ูŠุงูŠู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ ู‚ุฏ ุฌุงุกุชูƒู… ู…ูˆุนุธุฉ ู…ู† ุฑุจูƒู… ูˆุดูุงุก ู„ู…ุง ูู‰ ุงู„ุตุฏูˆุฑ ูˆู‡ุฏู‰ ูˆุฑุญู…ุฉ ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู†.

 ูŠูˆู†ุณ ูกู  ุงู„ุงูŠุฉ ูฅูง


"Wahai Manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran berupa Al-Quran dari Tuhanmu, sebagai penyembuh penyakit yang ada dalam "dada", dan petunjuk serta Rahmat bagi orang orang yang beriman"

(Surah Yunus 10, ayat 57).


Kecemasan dapat menimbulkan perubahan drastis terhadap psikologis dan fisik manusia.


Kecemasan  mengaktifkan sistem saraf otonom yang membuat detak jantung meningkat, tekanan darah naik, frekuensi nafas bertambah,  dan mengurangi energi. Ini berbahaya bagi kesehatan.


Perasaan cemas, galau dan stress sangatlah merugikan segalanya.


Al-Quran tegas mengingatkan hal ini. Dan Al-Quran juga memberi solusi agar bisa sehat, sembuh dan bisa hidup tenang dan damai.


Yaitu, rutinlah membaca Al-Quran dengan sedikit bersuara. Ini punya efek penting bagi tubuh, yaitu sebagai Imunostimulan. 


Mari buka  Al-Quran ;

1. Surah As-Syu’ara 26, ayat 80:

(Allah Maha Penyembuh). 


2. Surah At- Taubah 9, ayat 124:

(Al-Quran memberi kabar gembira dan senang), 


3. Surah At- Taubah 9, Ayat 14: (Al-Quran adalah Penyembuh), 


4. Surah Yunus 10, ayat 57;

(Al-Quran adalah  Penyembuh), 


5.Surah Al-Israa 17, Ayat 82 :

(Al-Quran adalah Penyembuh), 


6. Surah Fusshilat 41,  Ayat 44;

(Al-Quran adalah Penyembuh).

“Apabila Al-Quran dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang, agar kamu mendapat Rahmat,” 


7. Surah Al-A’raaf 7, ayat 204; 

(Baca dan dengarkan Al-Quran, niscaya Engkau akan disayang Allah).


Telah banyak penelitian, dan terbukti bahwa membaca Al-Quran bersuara dengan teratur,   bermanfaat bagi fisik dan jiwa yang membacanya.


Salah satunya, Mr. Enrick William Duve, seorang peneliti Dunia mengatakan bahwa gelombang suara  mempengaruhi otak secara positif atau negatif. 

Gelombang suara yang seimbang dan berirama, akan memberikan efek positif pada seluruh sistem tubuh. 


Itulah sebabnya kini, getaran gelombang suara sudah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya adalah menyembuhkan  kecemasan.


Membaca Al-Quran dengan bersuara, juga memberikan efek positif karena gelombang suara dari tilawah 

Al-Quran berada pada resonansi yang sama, sehingga mampu meningkatkan dan melejitkan potensi seluruh sistem sel-sel tubuh.  


Rasulullah SAW,  menggunakan 

Al-Quran sebagai penyembuh. Ketika beliau sakit, beliau membaca Al-Quran. Hal ini  ditegaskan oleh Sayyidatinaa Aisyah RA Isteri Rasulullah sendiri.


Metode penyembuhan ini disebut "Ruqyah", yaitu pengobatan  dengan membaca ayat-ayat pilihan dari Al-Quran  (Al-Ma’tsurah).


Dalam kondisi Covid mewabah yang membuat kita stress dan was was, maka

seringlah membaca Al-Quran dengan sedikit bersuara,  rajin tadarrus bersama keluarga di rumah, dengarkan Murattal Al-Quran di  mobil, di kapal, di pesawat, di toko saat menunggu pembeli dll. Dan afdol lagi membaca Al-Quran setelah sholat Subuh,  setelah sholat Maghrib dan sebelum tidur. 


Jadikanlah Al-Quran sebagai solusi. 

SEBESAR keyakinan akan Al-Quran, sebesar itu pulalah keampuhan daya penyembuhan pada pembacanya.


Keyakinan yang kuat pada kekuatan Al-Quran, akan menimbulkan respon emosional, kejiwaan yang sangat positif dan berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas DAYA TAHAN tubuh. 


Semakin yakin, semakin kuat pula efeknya dan semakin bermakna efek Imunostimulan yang akan dihasilkan.


Imunostimulan berbasis Al-Quran dapat berhasil dengan ketentuan harus dilakukan berdasarkan pada keyakinan yang kuat, didampingi dengan rutinitas membaca, mendengarkan, dan memahami makna Al-Quran setiap hari dan sesering mungkin.


Selamat mengisi tahun 2021 dengan bacaan  Al-Quran sesering mungkin. Aamiin


Oleh;

A.Hamid Husain

Alumni;

- Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo.

- King Abdul Aziz University, Jeddah

- Ummul Qura University, Makkah.



Kamis, 07 Januari 2021

Kondangan ke Lubuk Linggau

 















































Kamis 7 Januari 2021


Gempa Bumi

 

Hari ini Kamis sekitar pukul 00.30 atau setengah satu malam, terjadi gempa di Curup.
asnatisarip@gmail.com


*NN (embuh sopo)*

*JANGAN HANYA SIBUK MENYEBARKAN SISI BURUK COVID 19 SAJA.*

*COBA LIHATLAH SISI POSITIF VIRUS CORONA*

*Tidak ada di dunia ini yang terjadi secara kebetulan. Semua ada Tujuan dan Hikmahnya. Inilah Hikmah di balik pandemi Corona.*

*1. Corona menutup bar, klub malam, rumah bordil, kasino dan tempat orang berbuat maksiat.*

*2. Corona menurunkan suku bunga bank yang mencekik leher.*

*3. Corona membawa keluarga kembali ke dalam rumah dan melakukan aktivitas rumah bersama.* 

*4. Corona memindahkan alokasi anggaran militer menjadi anggaran perawatan kesehatan.* 

*5. Corona melemahkan para  diktator dunia yang selama ini sombong luar biasa.* 

*6. Corona membungkam kesombongan negara yang menganggap dirinya paling hebat dan tak terkalahkan.* 

*7. Corona membuat manusia banyak berdoa dan berharap pada-Nya dan tidak semata-mata mengandalkan sains dan teknologi.* 

*8. Corona memaksa negara memper- hatikan rakyatnya.*

*9. Corona mengajarkan cara bersin, menguap, dan batuk yang baik dan benar.* 

*10. Corona membuat kita tinggal dirumah dan hidup sederhana.*

*11. Corona mengajarkan bagaimana virus kecil yang berukuran 150 nano bisa mengalah kan tujuh milyar manusia yang hidup di bumi yang luasnya ratusan juta hektar.*

*12. Corona memberi kesempatan kepada kita untuk menyadari bahwa kematian itu nyata dan dekat dengan kita.* 

*13. Corona mengajari kita agar tidak jajan dan makan sembarangan di luar.*

*14. Corona membangunkan kita pada kenyataan dan memberi kita kesempatan untuk meminta pengampunan dan pertolongan Nya.*

*15. Corona menyadarkan kita bahwa apa yang kita miliki adalah milik Tuhan yang bisa diambil kapan saja.*
*Percayalah, Tuhan menurunkan sesuatu dengan hikmah; ada pelajaran besar dalam hal ini bagi mereka yg arif dan bijaksana untuk melihat dan menyadari.*

*16. Corona membuat kita menyadari pentingnya mempunyai proteksi kesehatan yg bagus.*

_MARI KITA RENUNGKAN. APAPUN AGAMAMU, KITA HANYA MANUSIA BIASA. BERBUATLAH YG TERBAIK UNTUK HIDUP INI._




Memandang Jembatan Ampera

  Ampera dari Atas Perahu Karya. Asnati Di atas perahu, aku terombang-ambing  Menyusuri Sungai Musi yang tenang dan hening  Di kejauhan, Amp...