Pengikut

Rabu, 03 Februari 2021

Tulisan

 

Tau kenapa ? Karena 80% orang lain tidak peduli dengan masalahmu... sisanya senang kamu punya masalah... dan sedikit sekali yang benar-benar peduli dan ngasih solusi...

Dulu pernah punya cita-cita pingin jadi jurnalis. Karena sejak SD senang nulis dan katagori "bocah crewet". Dan pas SMA banyak kesempatan ikut lomba karya ilmiah kepenulisan.


Kayaknya seneng gitu jadi jurnalis, isi otaknya kepo banyak hal. Lanjut kuliah jurusan Sastra. Tapi apalah daya, dulu aku marah sama diri sendiri karena merasa gagal meraih cita-cita. Dan menyebut diriku sebagai Si Bolu Bantat. Bikin susah payah, keluar banyak biaya, tapi gagal. Dimakan tak enak, dibuang sayang. Dipandang menyedihkan dan ditertawakan banyak orang.


Dari situ banyak sekali pelajaran tak ternilai. Kesalahan demi kesalahan yang kadang tak mau menunjuk idung sendiri.


Sekarang, meski banyak titik yang ingin diraih. Hati-hati dan kematangan menjadi prioritas. Ga bisa "grubag-grubug" lagi. Ga boleh asal gas pol tapi remnya blong. 


Selamat datang Februari.

Hari demi hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Sebelum benar-benar menyesal nanti.


(Tulisan yang aku sendiripun tidak bisa membacanya 😅)

Dulu

 Dulu pernah punya cita-cita pingin jadi jurnalis. Karena sejak SD senang nulis dan katagori "bocah crewet". Dan pas SMA banyak kesempatan ikut lomba karya ilmiah kepenulisan.


Kayaknya seneng gitu jadi jurnalis, isi otaknya kepo banyak hal. Lanjut kuliah jurusan Sastra. Tapi apalah daya, dulu aku marah sama diri sendiri karena merasa gagal meraih cita-cita. Dan menyebut diriku sebagai Si Bolu Bantat. Bikin susah payah, keluar banyak biaya, tapi gagal. Dimakan tak enak, dibuang sayang. Dipandang menyedihkan dan ditertawakan banyak orang.


Dari situ banyak sekali pelajaran tak ternilai. Kesalahan demi kesalahan yang kadang tak mau menunjuk idung sendiri.


Sekarang, meski banyak titik yang ingin diraih. Hati-hati dan kematangan menjadi prioritas. Ga bisa "grubag-grubug" lagi. Ga boleh asal gas pol tapi remnya blong. 


Selamat datang Februari.

Hari demi hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Sebelum benar-benar menyesal nanti.


(Tulisan yang aku sendiripun tidak bisa membacanya 😅)

Selasa, 02 Februari 2021

Sekolah Penggerak

 *Apa itu Sekolah Penggerak?*


_Kalau kita boleh berimajinasi, apa itu *Sekolah Penggerak*?_


*Sekolah Penggerak* adalah sekolah dimana *siswa itu dinomorsatukan* dari semua keputusan keputusan sekolah.


*Sekolah Penggerak* adalah sekolah yang *memprioritaskan anggarannya terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan mutu pengajaran*.


*Sekolah Penggerak* adalah sekolah dimana *kepala sekolahnya* terus mendatangi ruang kelas dan melakukan observasi dan *memberikan umpan balik* kepada para guru-gurunya.


*Sekolah Penggerak* adalah sekolah dimana *guru saling membantu guru lainnya*, untuk melakukan observasi dalam kelas dan memberikan tips-tips dan memberikan masukan dan saran peningkatan mutu.


*Sekolah Penggerak* adalah sekolah dimana *guru-gurunya bertemu* dan melakukan pertemuan-pertemuan untuk bisa *memecahkan masalah-masalah pembelajaran* yang ada di sekolahnya.


*Sekolah Penggerak* adalah sekolah yang menyadari bahwa *partisipasi siswa itu adalah salah satu yang paling penting*, sehingga di sekolah penggerak kelas-kelasnya suka ramai. Ramai kenapa? Ramai karena siswa-siswanya banyak yang menanya, banyak yang berpartisipasi di dalam pembelajarannya, melakukan presentasi.  


Dan juga *Sekolah Penggerak* adalah sekolah dimana *banyak anak anaknya keluar dari ruang kelas untuk mengerjakan project-project based learning* bersama dengan murid-murid yang lain dipandu oleh guru-gurunya.


*Sekolah Penggerak percaya bahwa setiap anak di dalam sekolahnya bisa sukses, punya potensi sukses.*


*Sekolah Penggerak adalah juga sekolah dimana semua guru dan kepala sekolah merasa bahwa setiap guru punya potensi untuk sukses.*


*Sekolah Penggerak adalah sekolah yang percaya bahwa tidak semua murid sama*, sehingga setiap murid itu spesial dan bisa diperlakukan secara unik dan punya kebutuhan yang berbeda-beda sehingga cara menerapkan kurikulum, cara menerapkan pembelajaran itu harus melakukan segmentasi, harus mencintai keberagaman cara proses pembelajaran di dalam ruang kelas, apa lagi di dalam sistem sekolah.


Ujung-ujungnya *Sekolah Penggerak adalah sekolah dimana murid-murid secara kognitif dan karakter dimerdekakan* untuk mencapai visi *Profil Pelajar Pancasila* untuk peningkatan *SDM Indonesia*.


_Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem pada peluncuran kebijakan Merdeka Belajar episode 7 : Program Sekolah Penggerak, 1 Februari 2020 melalui kanal Youtube Kemendikbud RI._

Pemotongan BPJS dari uang sertifikkasi

Soal Pemotongan Sertifikasi Guru RL, Ini Penjelasan Disdikbud dan BPJS Kesehatan


Realitapost.com, Rejang Lebong - 
Pemotongan Dana sertifikasi guru Kabupaten Rejang lebong akhir-akhir ini  membuat banyak tenaga pengajar (guru) menjadi kebingungan. 

Hal tersebut membuat pendapatan sertifikasi mereka pun berkurang dengan nilai bervariasi yakni Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu sesuai eslon guru tersebut. 

Ketika ditemui wartawan, senin (1/01/2021) Kadis Diknas melalui Kepala Bidang (Kabid) PPTK Herwan Zuganda mejelaskan pemotongan tersebut dilakukan karena untuk membayar Pajak PPH dan untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

"Yang di lalukan selama 11 bulan jadi total tersebut setelah di gabungkan kluar lah hasil pemotongan tersebut dengan jumlah yang berpariasi dari golongan 4a 4b dan lain - lain," ujarnya.


Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Rejang Lebong melalui Kepala Bidan Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Atika Reni menjelaskan pemotongan tersebut untuk biaya iuran BPJS Kesehatan sebesar 1 persen dan pajak PPH sebesar 1,5 persen

Berdasarkan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 75 Tahun 2019 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan diatur secara teknis oleh Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) melalui Surat Edaran (SE) Nomor 900/471/SJ Tentang Pemotongan, Penyetoran dan Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan bagi pekerja penerimaan upah pemerintah daerah. pada poin 2 huruf a sangat jelas bahwa besaran iuran BPJS kesehatan yang dipotong sebesar 5% dari gaji atau upah per bulan dengan komposisi 4%nya di bayar oleh pemberi kerja (Pemerintah Daerah), sedangkan 1%nya dibayar oleh pekerja (Guru). 

“Sebenarnya iuran BPJS perbulanya itu 5 persen, hanya karena Pemda sudah subsidi 4 persen jadi sisa 1 persen yang ditanggung oleh para guru penerima sertifikasi,” jelas Atika

Menurut Atika, dasar perhitungan pemotongan Iuran Wajib BPJS Kesehatan selain Gaji Pokok, terdapat juga Tunjangan Profesi (tunjangan sertifikasi guru dan tunjangan jasa layanan medis) yang dikenakan sebesar 1 persen dari total. "Karena sejak tahun 2020 ini terjadi perubahan regulasi, yang terbaru sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 75 Tahun 2019 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," tutupnya.


Senin, 01 Februari 2021

Ekskul Pramuka


Di Kondisi apapun tempat Tugas Cikalku Harus  Tumbuh Dan Berkembang.


Dua Tanggung Jawab Sekolah 

1. Eskul Wajib -K13-Nilai Raport

2.Gudep-SKU/SKK-Pelantikan


Tanggung jawab Kepala sekolah Dalam Penerapan Penddkn  Eskul wajib terhadap keterlaksanaan Kur 13

Tugas 

1.Bimbingan

2.Membangun Kerja Sama


Fungsi

1.Mendukung

2.Memfasilitasi

3.Menjamin TerlaksananyaPendidikan Eskul wajib


Peran

1.Koordinasi Dengan Kwartir


Tanggung Jawab Guru Dalam Penerapan eskul Wajib pendkkn kepramukaan

Guru Wajib KMD,Terjun langsung 2 jam

Tugas

Menyiapkan bahan dan Informasi sikap dan ketrampln

Menyusunprogram Blok dan Aktualisasi


Fungsi

Melakukan Sinergi Dengan Pembina Pramuka


Peran

Kerjasama dengan Pembina Pramuka


Tanggung Jawab Guru  Sebagai Pembina Pramuka


Tugas.

Merencanakan ,melaksanakan dan Mengevaluasi


Fungsi

Menjamin Terlaksananya Pendidikan Kepramukaan sbg Ekstrkurikuler wajib


Peran

Melakukan Koordinasi dengan Kepala Sekolah dan sesama Guru


Tanggung Jawab Pembina Pramuka

Tugas

Menyiapkan Sapras Untuk latihan

Membantu Guru Pembina Ekul wajib kepramukaan.


Fungsi

Melakukan Sinergi dengan guru Pembina Eskul wajib kepramukaan


Peran 

Kerjasamadengan guru Pembina Eskul wajib Penddkn Kepramukaan

Bolu Marmer

 


BOLU MARMER 7 TELUR


bahan

7 butir telur

250 g gula pasir

3/4 sdt pengemulsi kue

1 sdt baking powder

250 g tepung terigu

200 g margarin cair

pasta coklat


Cara membuat

Memandang Jembatan Ampera

  Ampera dari Atas Perahu Karya. Asnati Di atas perahu, aku terombang-ambing  Menyusuri Sungai Musi yang tenang dan hening  Di kejauhan, Amp...