Pengikut

Selasa, 15 Desember 2020

Selasa 15 Desember 2020

 

Perlukah Melakuan Remedial pada Nilai Tugas Siswa?

Perlukah Melakuan Remedial pada Niai Tugas Siswa? www.gurnulis.id
Perlukah kita melakukan remedial terhadap tugas siswa? Berikut bahasan penulis.
Halo sahabat Gurnulis, perlukah tugas siswa yang hasilnya belum mencapai KKM kita remedial? Tentu jawaban kita beragam tentang hal ini. Kali ini penulis tertarik untuk membahasanya. Oh ya, bahasan ini berkaitan dengan artikel penulis sebelumnya tentang tata cara melaksanakan remedial bagi siswa. Sahabat pendidik boleh membacanya terlebih dahulu jika belum memahami sepenuhnya hakikat dari pembelajaran remedial. Tenang saja, sahabat tidak perlu merasa cemas tab ini tergusur oleh tab artikel tersebut karena artikel tersebut akan terbuka pada tab baru di peramban yang digunakan.
 
Bahasan kali ini sebenarnya bukanlah bahasan yang asing bagi kita. Kita seringkali mendebatkan perlu atau tidaknya remedial bagi nilai penugasan. Ilustrasinya begini, pada suatu percakapan guru A mengatakan kalau semua kegiatan yang menghasilkan nilai harus diremedial kalau belum mencapai KKM. Guru B berbeda pendapat. Menurutnya hanya ulangan tertulis dan lisan-lah yang perlu diremedial. Penugasan tidak perlu diremedial.
 
Kedua pendapat tersebut tentunya harus dicari kebenarannya dengan alasan yang logis. Untuk mendapatkan jawabannya, penulis paparkan terlebih dahulu hakikat remedial dan hakikat penugasan .

Hakikat Remedial

Sahabat pendidik, sebagaimana yang telah kita ketahui remedial  merupakan bagian dari pembelajaran. Remedial merupakan program pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta  didik yang belum mencapai KKM dalam satu KD tertentu. Dalam pembelajaran remedial, guru membantu siswa untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapi secara mandiri, mengatasi kesulitan dengan memperbaiki sendiri cara belajar dan sikap belajarnya yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal.

Hakikat Penugasan

Bagaimana dengan penugasan? Penugasan merupakan salah satu komponen Penilaian Harian. Pada Buku Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar disebutkan bahwa Penilaian Harian atau PH dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis, lisan , dan/ atau penugasan.
Perlukah Melakuan Remedial pada Niai Tugas Siswa? www.gurnulis.id
Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar
Penugasan merupakan pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Tugas dapat dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut dapat dilakukan di sekolah, di rumah, atau di luar sekolah.

Setelah memahami hakikat remedial dan hakikat penugasan, kita perdalam pemahaman kita pada desain pengambilan nilai dari Penilaian Harian.

Desain Pengambilan Nilai Penilaian Harian

Nilai dari Penilaian harian diambil dari nilai tes tertulis, lisan, dan/ atau penugasan. Contoh desainnya adalah sebagai berikut.
Perlukah Melakuan Remedial pada Niai Tugas Siswa? www.gurnulis.id
 
Setelah kita memahami desain pengambilan nilai dari Penilaian Harian (PH) di atas, kita perdalam lagi analisis kita terhadap permasalahannya.

Ilustrasi Permasalahan

Pada KKM 70, Guru B mendapati nilai Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswanya sebagai berikut.
Perlukah Melakuan Remedial pada Niai Tugas Siswa? www.gurnulis.id

Guru B merasa tidak perlu melalukan remedial pada nilai penugasan. Sebagaimana yang telah diutarakan pada awal tulisan ini, Guru B menganggap remedial hanya diperlukan dalam tes saja, baik tes lisan maupun tes tertulis. Pada gambar tersebut, kebetulan nilai dari Penilaian Harian pada Kompetensi Dasar (NPH KD)-nya didapatkan 71. Ini semakin menguatkan pendapat guru B bahwa nilai penugasan siswa tersebut tidak perlu diremedial. Namun, apakah benar demikian?

Kita berpindah kepada Guru A. Meski telah melihat proses pengolahan nilai Penilaian Harian milik Guru B, Guru A tetap saja teguh pada pendiriannya. Menurutnya, semua komponen Penilaian Harian harus diremedial seandainya belum mecapai KKM. Lagi-lagi kedua guru tersebut belum mencapai kebulatan suara. Yuk, sekarang kita pahami pembahasannya. Kita akan menentukan pendapat siapa yang paling logis.

Pembahasan dari Permasalahan

Sahabat pendidik, yuk kita cermati permasalahan yang telah terpapar di atas. Pembelajaran di kelas harus dilakukan dengan prinsip pembelajaran tuntas. Itulah gunanya remedial. Apakah dengan tidak menuntaskan nilai penugasan bisa menjamin tercapainya KKM pada nilai akhir KD dan nilai muatan pelajaran? Berikut penulis berikan gambarannya.

Siswa guru B yang paling aktif motoriknya di kelas selama Penilaian Harian berlangsung mendapatkan hasil sebagai berikut. Wara adalah siswa dengan tipe kinestetik.
Perlukah Melakuan Remedial pada Niai Tugas Siswa? www.gurnulis.id

Pada tes lisan ia mendapatkan nilai 70, nilai yang sama dengan KKM. Pada tes tertulis pun ia mendapatkan nilai 70, nilai yang sama dengan KKM karena siswa ini diremedial. Sekedar mengingatkan, contoh penentuan nilai akhir setelah remedial dapat dibaca pada tautan ini.

Karena Wara malas dalam kegiatan penugasan, Guru B tetap memberikan nilai 20 kepadanya sebagai nilai murni dari penugasan yang telah ia lakukan. Guru B tidak mau melakukan remedial. Dari rerata didapatkan Nilai Penilaian Harian (NPH) Wara adalah 53. Nilai ini berada dibawah KKM.

Amankan nilai Wara tersebut hingga ke rekapitulasi nilai akhir KD untuk rapor? Bisa jadi Guru B beguman untuk mempertahankan pendapatnya, "Ah, nanti 'kan masih ada nilai dari Peniliaian Tengah Semester (nilai PTS) dan nilai dari Penilaian Akhir Semester (nilai PAS) yang bisa menolong nilai Wara." Tapi benarkah demikian?

Kita ambil kemungkinan terburuknya. Kita andaikan nilai PTS dan nilai PAS Wara tidak mencapai KKM. Setelah melalui serangkaian keigatan remedial, akhirnya Wara mendapatan nilai 70 pada PTS dan 70 pada PAS. Pada Penulaian Harian KD lainnya pun nilai Wara tidak melampaui KKM sebagaimana pada KD 3.6 pada gambar di atas. Berikut ilustrasi rekapitulasinya.
Perlukah Melakuan Remedial pada Niai Tugas Siswa? www.gurnulis.id

Perhatikan baik-baik gambar di atas! Setelah dilakukan penghitungan nilai akhir muatan pelajaran, ternyata nilai Wara pada muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah 66. Nilai ini belum melampaui nilai KKM, yaitu 70. Apakah Wara dapat dinyatakan tuntas pada muatan pelajaran IPA ini? Tentu saja tidak! Siapakah yang tidak menuntaskan pembelajaran Wara? Tentu kita tahu jawabannya.

Kita andaikan Guru B tadi menuntaskan nilai penugasan Wara sebagai berikut.



Pada KD 3.6 Wara mendapatkan nilai dari Penilaian Harian (nilai PH) 70 karena semua komponen penilaian yang belum melampaui KKM telah diremedial.
Perlukah Melakuan Remedial pada Niai Tugas Siswa? www.gurnulis.id

Kita andaikan KD lain pun telah  kita lakukan remedial pula. Kita lihat ilustrasi rekapitulasi nilainya sebagai berikut.
Perlukah Melakuan Remedial pada Niai Tugas Siswa? www.gurnulis.id

Apakah nilai Wara masih di bawah KKM? Tidak lagi bukan? Wara telah menyelesaikan pembelajaran IPA-nya dengan baik berkat remedial pada nilai tugasnya. Nilainya kini menjadi 72.

Pada akhirnya pendapat siapa yang paling logis? Guru A atau Guru B? Pasti sahabat pendidik sudah mengerti jawabannya.

Kesimpulan

Ketika melakukan rekapitulasi nilai akhir muatan pelajaran untuk mengisi rapor, kemungkinan kita pernah menemui permasalahan yang serupa. Kita pun bisa jadi kebingungan mencari akar permasalahannya. Sebenarnya sederhana saja, kita hanya sering terlupa untuk melalukan remedial pada kegiatan penugasan siswa.

Remedial pada kegiatan penugasan bukanlah sesuatu yang dilarang. Kegiatan ini sudah sesuai dengan hakikat dari remedial itu sendiri. Hal-hal kecil seperti ini seringkali terlewatkan dalam kompetensi pedagogik kita. Dalam beberapa pelatihan pembelajaran, bisa jadi hal ini pun terlewatkan bahasannya. Semoga tulisan ini membuka cakrawala pedagogik kita. Mari terus bersemangat dalam berdedikasi.

Salam litersi 


Senin, 14 Desember 2020

Senin 13 Desember 2020

 


*ASS WW*
Desember 2020,
Bulan terakhir di tahun ini.

17 hari ke depan
Kita akan mengakhiri tahun ini...

Tahun ini akan menjadi sejarah panjang dalam abad ini... 
sejarah yang sama bahkan di belahan dunia mana pun ...
Sejarah yang Bukan hanya untuk kita yang dewasa ...
Bahkan Anak - anak kita  pun akan mencatat sejarah ini...

Anak-anak tiba -tiba saja dalam 10 bulan terakhir ini harus diam dan belajar di rumah... 
Kesempatan bermain tiba - tiba saja menjadi terbatas...

Tahun ini  dimana hanya sekitar 60 hari  kita hidup dengan normal  saar kita memasuki awal tahun  ini...

Setelah itu
Ketika masuk di bulan Maret 2020, kita hidup dengan seluruh protokol kesehatan yang harus kita patuhi .... 

Tiba - tiba saja
Seluruh proses kehidupan berubah ....

Tiba - tiba saja kita semua menpunyai kebiasaan yang sama ...

Tiba - tiba saja 
Kita semua punya kekuatiran yang sama ... 

Bahkan tiba - tiba
Meskipun agama kita berbeda,
Isi doa kita pun menjadi sama...
Kita tertunduk
Memohon 
Agar kita dapat kembali seperti dulu...
Tanpa masker
Tanpa jarak....

Rasanya letih sekali menjalani tahun ini ...
Mata kadang sulit terpejam ketika malam telah jauh dari larut ... 

Ada rindu yang mungkin hanya bisa terungkap dalam kata  dan lisan... 
Selalu ada ingin untuk memeluk orang yang kita kasihi seperti dahulu biasanya  kita ... 
tanpa resah ketika ingin memeluk...

Dalam ruangan 
saat bersama 
kita harus membuat jarak satu dengan yang lain ... 

Ada bosan juga 
Sambil menggerutu 
Kapan semua ini selesai ... 

Tapi kita tahu ... 
dan bahkan yakin ..
Karena kita makhluk beragama 
Yang dengan sadar menyadari penuh 
Bahwa jagat raya ini ada pemiliknya .... 

Sang Chalik 
Tidaklah tidur 
Sang Chalik 
Pasti punya rencana 
Ketika kita semua tertegun ,
Karena tiba - tiba saja 
Dunia ini  menjadi hening dan di selimuti takut  yang sama ...
Kita takut  untuk sesuatu yang tak kasat mata ...

Tak ada yang kebetulan ...
Itu pasti ...
Mungkin kita sekarang menjadi sadar ...
Bahwa kita makluk yang lemah ... dan kita lemah bahkan untuk sesuatu yang tak terlihat ...
segala rencana bisa dengan mudah berubah, ketika ada suatu kuasa yang berkehendak berbeda ...

10 bulan 
Kita bertahan 
"Menerjang Badai Pandemi,
Menyosong Harapan Baru ...... "

Jangan menyerah ... 
terus berjuang ... 
percayalah ...
Tidak ada harapan yang sia - sia ... 

Kita pasti bisa ....

*Selamat menikmati bulan Desember 2020*
*Selamat mempersiapkan tahun ke depan*
*yang  akan segera datang dalam 17 hari lagi*... 
*Tahun esok dimana kita akan selalu  melihat  dan merasakan betapa ALLAH* *tak pernah luput mengasihi umat NYA* ... 

Aamiin YRA
Salam Sehat tetap semangatπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜



Sabtu, 12 Desember 2020

Air Mata

 


AIR MATA YANG MEMADAMKAN LILIN


Kisah ini tentang seorang ayah yang kehilangan putranya dan tidak bisa membayangkan hidup tanpa dirinya. Dia menderita dan tidak bisa percaya putranya telah pergi. Dia menangis siang malam, merindukan puteranya.


Dia tidak bisa tidur. Tetapi suatu malam seorang pria tua datang dalam mimpi dan mengatakan, “Cukup !!! Cukuplah menangismu !!!" Sang ayah mengatakan kepadanya, "Aku tidak bisa berhenti, aku tidak akan pernah melihatnya lagi!" Pria tua itu berkata, "Apakah kamu ingin melihatnya?" Sang ayah berkata "Ya tentu saja" lelaki tua itu membawanya ke gerbang surga di mana ia melihat banyak anak kecil, sangat bahagia dan lugu.


Anak-anak itu membawa lilin bernyala ke gerbang surga, tersenyum, tertawa... sangat indah. Sang ayah bertanya, “Di mana putraku? Siapa anak-anak ini? " Orang tua itu berkata, “ini adalah anak-anak yang dipanggil pulang lebih awal, mereka tidak bersalah dan dicintai dan mereka langsung pergi ke surga, sangat bahagia.” Tanya ayah anak yang meninggal: “Di mana anakku? Dimana dia? Kenapa dia tidak bersama anak-anak ini?"


Orang tua itu berkata "Datang ke sini", sambil menuntunnya ke sisi gerbang surga. Seorang anak lelaki kecil dengan senyum yang indah berdiri di sana menyaksikan semua anak masuk Surga. Dia berdiri di sana dengan lilin yang tidak dinyalakan (lilinnya tidak bernyala).


Ayahnya mencengkeramnya dan memeluknya, dan bocah itu mencium pipi ayahnya dan mengatakan bahwa dia merindukannya. Sang ayah berkata, “Mengapa lilinmu tidak menyala seperti anak-anak lain? Kenapa kamu menunggu saja di gerbang? ”

Bocah itu berkata, “Aku terus menyalakannya, Ayah, tetapi air matamu memadamkannya. Saya melihat Ayah sangat sedih dan saya terikat dengan perasaanmu itu, jadi saya menunggu di sini sampai Ayah baik-baik saja. Ayahnya meledak menangis untuk terakhir kalinya, ia berkata kepada putranya, "Nyalakan lilinmu dan pergi, aku akan baik-baik saja, dan saya tahu kau juga akan baik-baik saja."


Jangan menangis terlalu lama untuk berpulangnya seseorang yang Anda cintai: apakah itu putra, putri, suami,istri, ibu atau ayah !!! Biarkanlah mereka beristirahat dalam damai, jangan menyiksa hidupmu, karena mereka tidak akan kembali, percayalah bahwa kamu akan bersama lagi, dan bahwa Pencipta membuat rumah yang indah untuk semua orang yang kita cintai yang telah meninggalkan dunia.


Kirim ini ke 5 grup dan semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..


Saya doakan semua yang membaca dan mengaminkan doa ini, di beri rezeki melimpah 7 turunan seperti air mengalir ini.. dan diundang segera oleh Allah menunaikah Haji dan Umroh dengan cara2Nya.

.


Aamiin.... πŸ“·


Semoga bermanfa'at. Aamiin

Sabtu 12.12.2020

 https://drive.google.com/file/d/1jk3mLMQUjd5E9JXDFVAfkJhJAiQd1d1M/view?usp=drivesdk

Waktu terus berputar 


Malam ini saya belum mengantuk. Saya baca nama saya belum ada di deretan nama penulis di wa group rumah virus Corona eh literasi. 


Saya sibuk sekali hari ini untuk membuat kata pengantar kawan kawan yang sudah menyusun bukunya untuk diterbitkan oleh penerbit. 


Kata demi kata saya tuloskan agar sesuai dengan tema atau judul bukunya. Walaupun saya harus jujur. Kata pengantar buku yang saya buat tidak sebagus bapak Doktor Ngainun Naim dan Doktor much Khoiri. Mereka berdua adalah guru menulis saya dan berharap tahun depan sudah adalah gelar profesor di depan namanya. Sebab mereka sudah layak untuk mendapatkan gelar guru besar tersebut. 


Beda dengan saya. Guru besar blogger Indonesia yang saya ciptakan sendiri untuk mendapat personal branding karena badan saya yang besar hahaha. 


Tadi sempat juga melirik desertasi yang belum selesai. Padahal begitu banyak hasil penelitian yang siap dituliskan sebagai laporan penelitian tindakan atau action research.


Entahlah saya masih ingin disebut mahasiswa. Biar istri saya senang bisa tidur dengan mahasiswa hahaha. 


Tapi sekarang saya pisah kamar dulu untuk sementara waktu. Dokter Silvi menyarankan agar kami pisah kamar dulu sampai istri sudah dinyatakan negatif covid-19 oleh puskesmas jatibening Bekasi. 


Alhamdulillah saya dan anak saya sudah negatif covid-19 dan kami akhirnya pisah kamar untuk sementara waktu. 


Berlian di kamar depan. 

Istri di kamar tengah

Saya di kamar belakang dan berteman dengan nyamuk nyamuk nakal.  Hehehe 


Sebenarnya nyamuknya tidak nakal. Tapi kawan kawannya ini loh yang nakal. Mereka menghisap darah saya di saat saya lengah. Kalau nanti sampai ada yang hamil, saya tdk akan bertanggung jawab. Karena anak nyamuk itu bukan darah daging saya hahaha. 


Malam ini seru juga ikut pelatihan menulis bersama mas Aris Ahmad Jaya. 


Kawan kawan yang baik, monggo silahkan Klik siaran ulang di http://www.youtube.com/watch?v=gWrh-Hp5RlY, Materinya Rahasia kedahsyatan menulis bersama motivator nasional Aris Ahmad Jaya. Sayang masih kurang waktu tanya jawabnya. Jadi masih kurang terasa interaksinya. Begitulah bu Aam curhat pada saya malam ini. 


Selama isolasi mandiri,  saya sudah membuat 2 buah buku. Pertama buku agar pjj tak lagi membosankan dan kedua buku awas corona mengintai anda.


Alhamdulillah buku agar pjj tak lagi membosankan sudah dipesan 120 orang guru dan dosen dari seluruh Indonesia. Begitulah laporan bang Dian Kelana yang mengirimkn bukunya ke jne. Beliaulah yang banyak membantu saya dar mulai menyusun buku hingga buku tersebut dikirimkan kepada para pemesan. Sementara itu saya hanya bisa meninggalkan jejak jemari di masa pandemi covid-19 dari rumah. Kami sekeluarga tak bisa keluar rumah selama menjalani isolasi mandiri. 


Alhamdulillah ada pertolongan datang dari pak Mukminin dari Lamongan. Beliau membantu menerbitkan buku awas corona mengintai anda. Alhamdulillah sudah ada 10 guru yang pesan dan semoga terus bertambah pemesan bukunya. 


Bila buku tersebut laku dan banyak yang pesan,  rencana akan saya salurkan untuk kawan kawan yang mengalami kesulitan. Terutama buat mereka yang terpapar covid-19.


Selama saya sakit dan menjalani isolasi mandiri, tak ada pemasukan lain selain gaji pokok sebagai guru. Tentu saja pengeluaran dan pemasukan tidak sebanding. 


Namun saya harus bersyukur karen banyak orang baik yang memberikan pertolongan.  


Dalam kesulitan itu ada orang yang baik hatinya menolong kami sekeluarga. Semoga semakin bertambah rezekinya dan Allah membantu mereka yang sedang dalam kesulitan seperti apa yang kami alami. 


Di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan. Itulah janji Allah dalam Al quran dan saya sudah membuktikan itu. 



Salam Blogger persahabatan 

Omjay

Guru Blogger Indonesia 

Blog http://wijayalabs.com












Memandang Jembatan Ampera

  Ampera dari Atas Perahu Karya. Asnati Di atas perahu, aku terombang-ambing  Menyusuri Sungai Musi yang tenang dan hening  Di kejauhan, Amp...