Pengikut
Jumat, 03 April 2020
WA GURU PEMBELAJAR
[17.20, 24/3/2020] +62 823-7618-9967: Ustadz Abdul Somad
1 jam · Facebook for Android ·
Wahai mahluk Allah yg bernama VIRUS CORONA (covid 19)....
Jika Engkau tentara Allah yg dikirim untuk memberantas kesombongan dimuka bumi... Segerakanlah tugas Mu....
Ijinkan kami bisa menghirup udara ramadhan yg syahdu....
Ijinkan kami...
Menemui bulan penuh ampunan Dari Robb penguasa semesta alam...
Wahai makhluk nano berukuran 150 nanometer yg mampu menggemparkan dunia... Ukuran kecilmu menjadi bukti kuasa Pencipta nya
Covid19 pulanglah ke tempat Mu dengan tenang sebelum Ramadan
Covid19 pulanglah ke tempat Mu dengan tenang sebelum Ramadan
Covid19 pulanglah ke tempat Mu dengan tenang sebelum Ramadan
Aamiin Ya Robb ❤
Kami ingin Sholat Tarawih berjalan seperti biasa,
Kami ingin Pasar Ramadan seperti biasa,
Kami ingin Umroh berjalan seperti biasa.
Kami ingin Haji berjalan seperti biasa.
Aamiin 3x Yaa Alloh.. Yaa Robbal 'Aalamiin...
🤲🤲😭😭💓
Bagikan 5 grup karena ucapan adalah do'a semoga Allah mengabulkan permintaan kita Aamiin.. 🙏
Tolong Aamiinkan ramai ramai ❤
keseluruh medsos kemana saja agar gema aamiin didengar oleh Azza Wajalla wa Maliki yaumudin
[19.02, 24/3/2020] +62 853-8430-6627: Tolong viralkan seluruh Asia Tenggara
Assalamualaikum wbt ...
Seluruh Muslimin & Muslimat,
Kami ingin mengajak semua untuk berzikir mengingati Allah yang Maha Agong, Mencintai & Menyayangi kita.
Kami ingin mengajak 500,000,000 orang berselawat ke atas Nabi Muhammad SAW. Dengan jutaan orang berzikir, moga negara Singapura 🇸🇬
Malaysia 🇲🇾
Indonesia 🇮🇩
Brunei Darusalam 🇧🇳
& negara2 Islam yang lain diselamatkan ALLAH SWT dari berbagai bencana alam dan mala petaka. Hanya baca & sebarkan kepada rakan2.
Kita Semua Umat
RASULULLAH SAW 😍
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD,
WA 'ALA AALI MUHAMMAD
كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم
KAMAA SHALLAITA 'ALA IBRAHIM,
WA 'ALA AALI IBRAHIM
وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
WABAARIK 'ALA MUHAMMAD,
WA 'ALA AALI MUHAMMAD
كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد
KAMAA BAARAKTA 'ALA IBRAHIM,
WA 'ALA AALI IBRAHIM,
FIL 'ALAMIN INNAKA HAMIDUM MAJID
YA ALLAAH يا الله
YA RAHMAAN يا رحمن
YA RAHIIM يا رحيم
YA MALIK يا ملك
YA QUDDUUS يا قدوس
YA AZIIZ يا عزيز
YA ALIIM يا عليم
YA JABBAAR يا جبار
YA GHANIYY يا غني
YA LATHIIF يا لطيف
YA KHABIIR يا خبير
YA AWWAAL يا أول
YA AAKHIR يا آخر
YA BASHIIR يا بصير
YA SHABUUR يا صبور
YA SHAMAD يا صمد
YA MUJIIBU يا مجيب
YA WAAJIDU يا واجد
YA RA'UUF يا رؤوف
YA QAADIR يا قادر
YA WAAHID يا واحد
YA HALIIM يا حليم
YA HAYYU يا حي
YA QAYYUUM يا قيوم
YA SALAAM يا سلام
YA JABBAAR يا جبار
YA MUTAKABBIR يا متكبر
YA KHAALIQ يا خالق
YA BAARI يا بارئ
YA RAZZAAQ يا رزاق
Kirim nama ALLAH kpd semua teman Muslim dan IN SYA ALLAH ... dalam beberapa minit nanti ramai orang bersama2 membaca keindahan nama ALLAH.
Tolong teruskan pesanan ini.
Anggaplah sebagai sedekah Jariyah.
Jangan lupa untuk menghantar kepada keluarga & rakan2 anda dan seterusnya kepada keluarga & rakan2 mereka pula.
Astaghfirullah
أستغفر الله
Astaghfirullah
أستغفر الله
Astaghfirullah
أستغفر الله
Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil.
حسبنا الله ونعم الوكيل
Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil.
حسبنا الله ونعم الوكيل
Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil.
حسبنا الله ونعم الوكيل
Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil.
حسبنا الله ونعم الوكيل
Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil.
حسبنا الله ونعم الوكيل
Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil.
حسبنا الله ونعم الوكيل
Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil.
حسبنا الله ونعم الوكيل
Selesai membacanya, kirim kepada teman lain.
Dalam beberapa minit,
berjuta orang akan membacanya.
Anda tak akan rugi apa2 pun, biarkan Doa & Zikir ini sentiasa berjalan.
Wassalam.
YANG SAYA LIHAT ,BACA SAYA TULIS
PANTUN NARAPIDANA
Bintang lencana bahan tembaga
Pasang ditopi Jendral Amerika
Aksi Corona tidak terduga
Ribuan Napi bebas merdeka
BHP 030420
Dirumah Aja Hari ke - 19
TD.
PANTUN NARAPIDANA
Bintang lencana bahan tembaga
Pasang ditopi Jendral Amerika
Aksi Corona tidak terduga
Ribuan Napi bebas merdeka
BHP 030420
Dirumah Aja Hari ke - 19
TD.
Resume 5 belajar menulis
1 April 2020
MENDESAIN PEMBELAJARAN JARAK JAUH.
Sayang sekali malam itu saya tidak bisa mengikutinya hanya dengan menyimak kiriman teman - teman aku bisa sedikit mengerti dan berusaha belajar.
Seperti biasa setelah mengikuti materi kami peserta kelas menulis online gelombang 7 yang dipimpin oleh Om Jay dengan nara sumbernya bapak Indra Charismiadji.
Ada beberapa yang saya dapat setelah mengikuti materi dari bapak Indra, banyak hal- hal menarik yang saya ketahui setelah membaca tulisan kawan kawan guru.
Resume dalam mendesain pembelajaran jarak jauh :
1. Aplikasikan 4 Pilar Pendidikan
- Learning To Know
- Learning To do
- Learning Tobe
- Learning To live To Gether
Menurutnya pembelajaran jarak jauh yang efektif adalah menggunakan LMS (Learning Manajemen System) Standart dan pembelajaran menggunakan Whatsapp (WA) tidak cocok untuk daring.
Begitupun dengan ceramah melalui vidio Online. Selain membutuhkan bandwith yang besar siswa juga terkesan sekedar menerima informasi (diberitahu), padahal tuntutannya adalah bagaimana mereka bisa membuat karya dan bukan sekedar tahu.
Pada abad 21 ini tugas guru adalah sebagai leader, fasilitator, sekaligus motivator bagi siswa. Guru seharusnya memberikan pengalaman belajar kepada siswa untuk menemukan sendiri solusi masalahnya.
2. Standar Proses Pendidikan ini biasanya kita dapat disekolah sekolah
3. limas Kehidupan Bermasyarakat
- Berburu
- Bertani
- Manufaktur
- Digital
4. Tantangan Revolusi Industri 4.0
5. Digital Natives Vs Digital immigran
6. Keterampilan sosial emosional Abad 21
7. Apa Fungsi guru di abad 21
8. Flipped Learning
9. Portopolio siswa menjadi Target..
Sedikit yang bisa saya simpulkan tentang pembelajaran jarak jauh yang sangat menguntungkan bagi kami para guru yang berada di pedalaman. Tetapi kadang terganggu oleh adanya orangtua yang gaptek. Masih sedikit banyak orangtua yang belum menguasai IT.
Anika kurniawati,
SDN Slametan
[19.28, 2/4/2020] +62 811-2111-776: Bersyukurlah atas apa yang kita punya
Sejelek, sekecil, setidak berdaya apapun
Selama masih bisa memberikan manfaat
Syukurilah
- True story -
My Mother/Father in law is My Hero
😭😭😭
Ibu mertua ku dg ikhlas dan ridho menampung kenalannya yang dulunya asli org Semarang, anaknya dianggap anak karena menang berteman dengan adik iparku dan ibunya sudah tua. Mereka pulang kampung dari jakarta tempat bertahun-tahun lamanya mereka mencari nafkah dan katanya KTPnya sudah Jakarta. Karena sudah tak ada pekerjaan, tak ada duit kontrakan pun tak terbayar karena sumber penghasilannya sepi. Akhirnya balik kampung, mereka yang sudah tak punya sanak saudara, apalagi rumah pulanglah ke rumah mertuaku di semarang. Dengan fasilitas seadanya, makan dan hidup menumpang ikut apa yang dimakan ibuku, dan entah sampai kapan mereka hidup disitu.
Ibu mertuaku tak sanggup berkata-kata, apalagi manwarkan untuk minta bantuan pemerintah misal ke Dinas sosial yang punya rumah singgah yang sebenarnya bisa saja menampung mereka ( mungkin walau sementara atau lama) sampai kondisi membaik, pikirnya akan sangat menyinggung hatinya dengan keadaan Demikian, ibu kasihan tak sampai hati jika harus menawarkan untuk menelpon kenelanku yang di dinsos untuk mengurus dan mengusulkan tempat tinggal sementara di tempat penampungan.
Biarlah anak dan ibu itu tinggal di rumah ibu begitu pikir ibu sampai mereka punya kemampuan sendiri untuk memilih tempat tinggalnya yang baru. anak dan ibu itu memang Nasrani, mereka BEDA AGAMA memang, tapi ibuku berpikir bahwa bukan soal agama, bukan keluarga sedarah, bukan sodara jauh pula tapi yang lebih penting daripada semua itu adalah soal KEMANUSIAAN.
Bencana Covid 19 ini membawa beragam cerita menyedihan diantara kita
Tapi kita harus tetap berusaha Tegar dan bersemangat agar Musibah ini cepat berlalu 💪
Maaf jika kata-kata saya dalam menuturkan cerita ini berantakan.
[20.05, 2/4/2020] +62 813-7364-0351: Siap,udah dicoba om jay
Rekan-Rekan Guru Blogger. Silakan share juga postingan terbaru blognya ke grup facebook Komunitas kita, KSGN (Komunitas Sejuta Guru Ngeblog). Kita gunakan grup itu untuk saling blogwalking.
https://www.facebook.com/groups/gurublogger/
Pukul 19.00 WIB materi kelima dibuka Om jay dengan memperkenalkan narasumber sekaligus sebagai pembina komunitas Guru TIK Indonesia. Narasumber tersebut adalah bapak Indra Charismiadji. Pakar Pendidikan Indonesia yang sudah terkenal secara nasional maupun internasional.
Bapak Indra mengawali dengan perkenalan beliau memperkenalkan diri sebagai seorang praktisi dan pemerhati pendidikan indonesia. Sekarang beliau aktif sebagai narasumber motivator yang bergerak dalam pembelajaran abad 21.
Beliau memulai dengan mengajak peserta untuk sharing pengalaman pembelajaran online selama masa dirumahkan. Pembelajaran jarak jauh telah dilkukan guru dan siswanya. Saya termasuk peserta yang share tentang keadaan dan aplikasi yang saya gunakan untuk kegiatan daring di sekolah. Kemudian beliau menanyakan perihal kendala di lapangan. Rata-rata hampir semua sharing yang dibagikan peserta merupakan keterbatasan akses dan perangkat di daerahnya.
Melanjutkan materinya, Pak Indra memaparkan melalui share screen power poin dan slide pertamanya mengajak kita memahami 4 pilar pendidikan menurut UNESCO.4. Keempat pilar pendidikan ini adalah pegangan kita sebagai praktisi pendidikan.
Learning to know ( belajar untuk tahu), learning to do (belajar untuk melakukan ), learning to be( belakar untuk menjadi),serta learning to live together( belajar untuk hidup bersama).
Pendidikan bukan tentang apa yang dipelajari. Beliau mencontohkan dengan perkembangan zaman dari nokia, blacberry hingga sekarang berbasis android. Hal ini merupakan perumpamaan bahwa jika kita berpatokan pada materi, maka materi itu akan usang pada masanya. Apalagi dimasa sekarang revolusi industi 4.0 semakin banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh teknologi terkini.
Menurutnya pembelajaran jarak jauh yang efektif adalah menggunakan LMS (Learning Manajemen System) Standart pembelajaran menggunakan Whatsapp (WA) tidak cocok untuk daring. Begitupun dengan ceramah melalui vidio Online. Selain membutuhkan bandwith yang besar siswa juga terkesan sekedar menerima informasi (diberitahu), padahal tuntutannya adalah bagaimana mereka bisa membuat karya dan bukan sekedar tahu. Pada abad 21 ini tugas guru adalah sebagai leader, fasilitator, sekaligus motivator bagi siswa. Guru seharusnya memberikan pengalaman belajar kepada siswa untuk menemukan sendiri solusi masalahnya.
Pada slide yang lain, beliau juga memaparkan tentang 3I Framework yang merupakan 3 kunci penting dalam framework pendidikan yakni infrastruktur, Infostruktur dan infokulture ketiga hal ini merupakan hal yang harus diperhatikan, jika tidak maka pembelajaran tidak akan maksimal, seperti penyediaan sarana dan prasarana, web hosting serta kultur pembelajaran yang sesuai dengan zamannya.
Penilaian diberikan oleh guru, namun fokuslah pada portofolio peserta didik, dan ajak mereka membuat blog, games aplikasi atau apa saja yang membuat mereka aktif dan kreatif sesuai masanya. Seperti apa yang dilakukan omjay dkk dalam kegiatan belajar menulis melalui WA Group, dimana peserta diwajibkan membuat resume materi kuliah online yang dipubikasikan melalui blog di internet.
Lalu bagaimana cara membuat desain pembelajaran jarak jauh? Silahkan anda unduh materi dari Pak indra Charismiadji/.
Materi pak Indra dapat anda unduh di sini.
Eva Hariyati IsraelSman 1 kota kupanghttps://membangunpersonalbranding.blogspot.com/2020/04/bagaimana-cara-membuat-desain.html
Pantun Kamis
Tujuan jelas kebukit Safa
Di Marwah naik prosesi Sa'i
Berbagi ikhlas ke saudara dhuafa
Berbuat baik menenangkan hati
Salamsalaman Dunia Maya
BHP 020420
Karantina hari ke18 di rumah aja
Imbauan Diam di Rumah (9)
Sri Sugiastuti
Suasana sepi sangat terasa karena adanya karantina wilayah. Suka tidak suka Bu Kanjeng harus menjalani hidup di tengah galaunya dunia melawan corona. Seakan tak percaya tetapi nyata. Banyak orang yang sebelumnya merasa jumawa akhirnya merana termakan dia punya wacana.
Sementara Bu Kanjeng tetap mikir dan hatinya ditata agar tidak terjungkir. Dengan penuh keyakinan setelah ada kesusahan pasti ada kemudahan. Di media yang begitu full informasi jadikan hati kadang sedih. Ketika membaca dunia berjatuhan korban karena wabah.
Bu Kanjeng berusaha tetap tenang. Diikutinya semua berita yang berkembang. Prediksi para ahli bahwa pada tanggal tertentu bila tidak patuh akan banyak yang tumbang. Tentu saja ini membuat hati merasa g. Orang yang biasa hidup teratur dan nyaman, akan terkaget kaget dengan keadaan ini.
Nitizen atau warganet yang nyinyir mulai menyalahkan berbagai kebijakan pemerintah. Yang Menkesnya ngga becus lah, Presiden lambat bertindak, sampai juga kecaman untuk anggota dewan rakyat yang adem ayem saja tanpa action.
Sementara banyak curhat di sekitar Bu Kanjeng yang membuat Bu Kanjeng semakin prihatin. Ia berusaha menampung curhatan itu. Ada PKL gorengan yang biasanya beromset 600-800 ribu setiap hari, karena tidak jualan, pendapatan hilang. Pedagang itu asam lambung naik dan berkeluh kesah pun jadi berkepanjangan.
Pemilik warung tempat pedagang itu belanja pun mengeluh sepi, karena kehilangan pelanggan. Oh Covid 19 ternyata kiprahmu membuat dunia semakin kisruh. Hampir di semua lini merasakan epidemi ini. Bu Kanjeng cuma punya empati dan berusaha untuk berbagi.
Bu Kanjeng juga iba hatinya saat terpaksa masuk pasar karena stok sereh dan empon-emponnya habis. Di koridor pasar yang sepi, cabe merah dan rawit dijemur, sementara aroma busuk aneka sayuran walaupun Bu Kanjeng sudah pakai masker masih tembus aroma busuknya. Terbayang bagaimana sayuran itu didatangkan sampai di pasar. Petaninya, angkutan, kuli pukulnya dan data beli tidak ada. Akhirnya pedagang lesu, petanipun pilu.
Pemandangan lain saat Bu Kanjeng mengantar anaknya dan melewati jalan yang biasa dipenuhi pedagang buah, ya tetap sepi. Dari mulai kios durian, aneka buah hingga kelapa muda, semua sepi. Kira - kira kalau tidak terjual larinya kemana ya? Daya beli yang rendah, aktivitas yang berkurang, karena usaha pemerintah memotong penyebaran virus Covid 19. Merebaknya berita kian hari kian bertambah. Semua itu membuat orang yang mau berpikir pasti hatinya diliputi harapan agar pademi ini segera berlalu.
Punya banyak komunitas mengajarkan Bu Kanjeng untuk menjaga komitmen yang sudah ia sepakati. Ajakan berbuat baik di saat yang tidak kondusif disambut dengan gembira. Kadang ia iri melihat penguasa yang juga tokoh agama walaupun sudah sepuh bisa berbagi dengan apa yang dimiliki.
Tentu saja Bu Kanjeng punya kelas tersendiri sesuai dengan kemampuannya. Ia mengajak orang lain untuk berbagi maka contoh yang sudah dilakukan bisa dicontoh saudara yang lain. Memang tidak seberapa bila dibandingkan dengan si bapak yang ada videonya lalu viral. Orang itu membagikan beras 5 kg plus uang 100 ribu rupiah. Siapa yang tidak ingin jadi ahli sedekah seperti itu.
Melihat dan memperhatikan contoh yang baik hati Bu Kanjeng terketuk. Apalagi kiprah anaknya sebagai Relawan di salah satu komunitas kemanusiaan yang selalu ingin berbagi dengan cara yang unik. Ternyata tidak semua orang egois dan tak peduli dengan pademi Corona saat ini.
Ada dua group komunikas yang diikuti dan selalu mengajak untuk berbagi. Bu Kanjeng bangga punya sahabat yang hatinya terketuk dan semangat berbaginya luar biasa. Hanya dikordinir lewat group WA sembako untuk berbagi bermunculan. Tanpa menunggu lama sembako itu sudah sampai kepada yang berhak menerima.
Tak terasa imbauan Diam di rumah diperpanjang. Artinya ya harus siap dengan suasana ini dan jangan pernah berpikir negatif. Bu Kanjeng berusaha menikmati yang ada di depan mata dan tidak lupa berbagi.
#Soloraya, 02042020
#Imbauan diam di rumah
#Dunia melawan Corona
Bersambung
Kemarin sore saya mendengarkan salah satu radio swastta dengan acara sharing interaktif antara penyiar dan pendengarnya. Biasa yang lagi ngetrend sekarang tentang Covid 19 dan juga penanggulangannya. Ada tiga hal menarik yang bisa menjadi pencerahan buat kita semua. Yang pertama ada sebuah masjid yang bagibagi sembako untuk warga sekitarnya. Yang ke 2 ada RT dan warga lingkungan sekitar yang membuat dapur umum, pada siang hari warga boleh mengambil makanan gratis di sana. Yang ke 3 ada yang mempunyai wi fi dibuka gratis untuk digunakan anak-anak sekitar untuk belajar online. Akan menjadi hebat sekali kalau banyak yang mencontoh karena akan menghilangkan kesusahan kesusahan yang dialami banyak orang terutama yang tidak berpenghasilan tetap, seperti para pengojek, pedagang pedagang kecil keliling, tukang pijat, pemulung bdan lain-lain. Karena imbas dari efek lock down, tetap tinggal di rumah sangat terasa sekali buat keuangan mereka. Pemasukan yang menurun drastis atau tidak ada sama sekali pemasukan. Karena berdiam diri di rumah dan karena pembeli yang sepi juga karena pabrik pemasok dagangannya tutup sementara.
Memang pemerintah mempunyai program PKH namun banyak warga yang berhak tak tercover . oleh program ini. Banyak warga yang berhak yang tidak ikut serta dalam program ini. Dalam kajian saya yang paling bisa mengambil peran dalam hal ini adalah masjid masjid. Bagi saya masjid adalah baitul mal bagi warga sekitar. masjidlah begitu banyak mempunyai dana cair dibandingkan dengan rt rw bahkan mungkin kelurahan. Dan lagi kan dana di masjid-masjid itu adalah merupakan uang infaq sedekah dari orang banyak dan tentunya disalurkan untuk orang-orang yang berhak.
Ada beberapa masjid yang di sekitar tempat tinggal saya yang pernah saya shalat jumat di sana. Biasanya diumumkan sebelum sholat Jumat kas saldo masjid. Dana yang didapat dari pengumpulan infaq dan sedekah jumlahnya bervariasi rata-rata puluhan juta bahkan ada yang duaratusan juta
Saya kira ini moment yang paling tepat untuk para pengurus DKM masjid-masjid mulai berperan aktif dalam menangani menanggulangi permasalahan masyarakat di sekitarn masjid karena imbas dari Covid 19. Dan jika anda salah seorang pengurus DKM suatu masjid ini saat yang tepat anda ikut berperan serta menyalurkan infak dan sedekah kepada mereka yang berhak dan tentunya orang memberinya akan senang tahu infaq dan sedekahnya bisa bermanfaat. Juga bila anda salah seorang pengurus DKM mushola, andil anda juga tentunya bisa bermanfaat banyak untuk masyarakat sekitar mushola
Bagi anda yang bukan pengurus anda masih bisa berperan aktif dengan cara membagikan tulisan ini kepada teman-teman anda. Dan insya Allah sampai juga kepada para pengurus DKM masjid masjid
Semoga awal Ramadhan nanti virus Corona Cofid-19, Allah angkat dan Allah letakkan kembali ke tempat yang semestinya dan kehidupan normal seperti sedia kala
CT73.
Bintang lencana bahan tembaga
Pasang ditopi Jendral Amerika
Aksi Corona tidak terduga
Ribuan Napi bebas merdeka
BHP 030420
Dirumah Aja Hari ke - 19
TD.
PANTUN NARAPIDANA
Bintang lencana bahan tembaga
Pasang ditopi Jendral Amerika
Aksi Corona tidak terduga
Ribuan Napi bebas merdeka
BHP 030420
Dirumah Aja Hari ke - 19
TD.
Resume 5 belajar menulis
1 April 2020
MENDESAIN PEMBELAJARAN JARAK JAUH.
Sayang sekali malam itu saya tidak bisa mengikutinya hanya dengan menyimak kiriman teman - teman aku bisa sedikit mengerti dan berusaha belajar.
Seperti biasa setelah mengikuti materi kami peserta kelas menulis online gelombang 7 yang dipimpin oleh Om Jay dengan nara sumbernya bapak Indra Charismiadji.
Ada beberapa yang saya dapat setelah mengikuti materi dari bapak Indra, banyak hal- hal menarik yang saya ketahui setelah membaca tulisan kawan kawan guru.
Resume dalam mendesain pembelajaran jarak jauh :
1. Aplikasikan 4 Pilar Pendidikan
- Learning To Know
- Learning To do
- Learning Tobe
- Learning To live To Gether
Menurutnya pembelajaran jarak jauh yang efektif adalah menggunakan LMS (Learning Manajemen System) Standart dan pembelajaran menggunakan Whatsapp (WA) tidak cocok untuk daring.
Begitupun dengan ceramah melalui vidio Online. Selain membutuhkan bandwith yang besar siswa juga terkesan sekedar menerima informasi (diberitahu), padahal tuntutannya adalah bagaimana mereka bisa membuat karya dan bukan sekedar tahu.
Pada abad 21 ini tugas guru adalah sebagai leader, fasilitator, sekaligus motivator bagi siswa. Guru seharusnya memberikan pengalaman belajar kepada siswa untuk menemukan sendiri solusi masalahnya.
2. Standar Proses Pendidikan ini biasanya kita dapat disekolah sekolah
3. limas Kehidupan Bermasyarakat
- Berburu
- Bertani
- Manufaktur
- Digital
4. Tantangan Revolusi Industri 4.0
5. Digital Natives Vs Digital immigran
6. Keterampilan sosial emosional Abad 21
7. Apa Fungsi guru di abad 21
8. Flipped Learning
9. Portopolio siswa menjadi Target..
Sedikit yang bisa saya simpulkan tentang pembelajaran jarak jauh yang sangat menguntungkan bagi kami para guru yang berada di pedalaman. Tetapi kadang terganggu oleh adanya orangtua yang gaptek. Masih sedikit banyak orangtua yang belum menguasai IT.
Anika kurniawati,
SDN Slametan
[19.28, 2/4/2020] +62 811-2111-776: Bersyukurlah atas apa yang kita punya
Sejelek, sekecil, setidak berdaya apapun
Selama masih bisa memberikan manfaat
Syukurilah
- True story -
My Mother/Father in law is My Hero
😭😭😭
Ibu mertua ku dg ikhlas dan ridho menampung kenalannya yang dulunya asli org Semarang, anaknya dianggap anak karena menang berteman dengan adik iparku dan ibunya sudah tua. Mereka pulang kampung dari jakarta tempat bertahun-tahun lamanya mereka mencari nafkah dan katanya KTPnya sudah Jakarta. Karena sudah tak ada pekerjaan, tak ada duit kontrakan pun tak terbayar karena sumber penghasilannya sepi. Akhirnya balik kampung, mereka yang sudah tak punya sanak saudara, apalagi rumah pulanglah ke rumah mertuaku di semarang. Dengan fasilitas seadanya, makan dan hidup menumpang ikut apa yang dimakan ibuku, dan entah sampai kapan mereka hidup disitu.
Ibu mertuaku tak sanggup berkata-kata, apalagi manwarkan untuk minta bantuan pemerintah misal ke Dinas sosial yang punya rumah singgah yang sebenarnya bisa saja menampung mereka ( mungkin walau sementara atau lama) sampai kondisi membaik, pikirnya akan sangat menyinggung hatinya dengan keadaan Demikian, ibu kasihan tak sampai hati jika harus menawarkan untuk menelpon kenelanku yang di dinsos untuk mengurus dan mengusulkan tempat tinggal sementara di tempat penampungan.
Biarlah anak dan ibu itu tinggal di rumah ibu begitu pikir ibu sampai mereka punya kemampuan sendiri untuk memilih tempat tinggalnya yang baru. anak dan ibu itu memang Nasrani, mereka BEDA AGAMA memang, tapi ibuku berpikir bahwa bukan soal agama, bukan keluarga sedarah, bukan sodara jauh pula tapi yang lebih penting daripada semua itu adalah soal KEMANUSIAAN.
Bencana Covid 19 ini membawa beragam cerita menyedihan diantara kita
Tapi kita harus tetap berusaha Tegar dan bersemangat agar Musibah ini cepat berlalu 💪
Maaf jika kata-kata saya dalam menuturkan cerita ini berantakan.
[20.05, 2/4/2020] +62 813-7364-0351: Siap,udah dicoba om jay
Rekan-Rekan Guru Blogger. Silakan share juga postingan terbaru blognya ke grup facebook Komunitas kita, KSGN (Komunitas Sejuta Guru Ngeblog). Kita gunakan grup itu untuk saling blogwalking.
https://www.facebook.com/groups/gurublogger/
Pukul 19.00 WIB materi kelima dibuka Om jay dengan memperkenalkan narasumber sekaligus sebagai pembina komunitas Guru TIK Indonesia. Narasumber tersebut adalah bapak Indra Charismiadji. Pakar Pendidikan Indonesia yang sudah terkenal secara nasional maupun internasional.
Bapak Indra mengawali dengan perkenalan beliau memperkenalkan diri sebagai seorang praktisi dan pemerhati pendidikan indonesia. Sekarang beliau aktif sebagai narasumber motivator yang bergerak dalam pembelajaran abad 21.
Beliau memulai dengan mengajak peserta untuk sharing pengalaman pembelajaran online selama masa dirumahkan. Pembelajaran jarak jauh telah dilkukan guru dan siswanya. Saya termasuk peserta yang share tentang keadaan dan aplikasi yang saya gunakan untuk kegiatan daring di sekolah. Kemudian beliau menanyakan perihal kendala di lapangan. Rata-rata hampir semua sharing yang dibagikan peserta merupakan keterbatasan akses dan perangkat di daerahnya.
Melanjutkan materinya, Pak Indra memaparkan melalui share screen power poin dan slide pertamanya mengajak kita memahami 4 pilar pendidikan menurut UNESCO.4. Keempat pilar pendidikan ini adalah pegangan kita sebagai praktisi pendidikan.
Learning to know ( belajar untuk tahu), learning to do (belajar untuk melakukan ), learning to be( belakar untuk menjadi),serta learning to live together( belajar untuk hidup bersama).
Pendidikan bukan tentang apa yang dipelajari. Beliau mencontohkan dengan perkembangan zaman dari nokia, blacberry hingga sekarang berbasis android. Hal ini merupakan perumpamaan bahwa jika kita berpatokan pada materi, maka materi itu akan usang pada masanya. Apalagi dimasa sekarang revolusi industi 4.0 semakin banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh teknologi terkini.
Menurutnya pembelajaran jarak jauh yang efektif adalah menggunakan LMS (Learning Manajemen System) Standart pembelajaran menggunakan Whatsapp (WA) tidak cocok untuk daring. Begitupun dengan ceramah melalui vidio Online. Selain membutuhkan bandwith yang besar siswa juga terkesan sekedar menerima informasi (diberitahu), padahal tuntutannya adalah bagaimana mereka bisa membuat karya dan bukan sekedar tahu. Pada abad 21 ini tugas guru adalah sebagai leader, fasilitator, sekaligus motivator bagi siswa. Guru seharusnya memberikan pengalaman belajar kepada siswa untuk menemukan sendiri solusi masalahnya.
Pada slide yang lain, beliau juga memaparkan tentang 3I Framework yang merupakan 3 kunci penting dalam framework pendidikan yakni infrastruktur, Infostruktur dan infokulture ketiga hal ini merupakan hal yang harus diperhatikan, jika tidak maka pembelajaran tidak akan maksimal, seperti penyediaan sarana dan prasarana, web hosting serta kultur pembelajaran yang sesuai dengan zamannya.
Penilaian diberikan oleh guru, namun fokuslah pada portofolio peserta didik, dan ajak mereka membuat blog, games aplikasi atau apa saja yang membuat mereka aktif dan kreatif sesuai masanya. Seperti apa yang dilakukan omjay dkk dalam kegiatan belajar menulis melalui WA Group, dimana peserta diwajibkan membuat resume materi kuliah online yang dipubikasikan melalui blog di internet.
Lalu bagaimana cara membuat desain pembelajaran jarak jauh? Silahkan anda unduh materi dari Pak indra Charismiadji/.
Materi pak Indra dapat anda unduh di sini.
Eva Hariyati IsraelSman 1 kota kupanghttps://membangunpersonalbranding.blogspot.com/2020/04/bagaimana-cara-membuat-desain.html
Pantun Kamis
Tujuan jelas kebukit Safa
Di Marwah naik prosesi Sa'i
Berbagi ikhlas ke saudara dhuafa
Berbuat baik menenangkan hati
Salamsalaman Dunia Maya
BHP 020420
Karantina hari ke18 di rumah aja
Imbauan Diam di Rumah (9)
Sri Sugiastuti
Suasana sepi sangat terasa karena adanya karantina wilayah. Suka tidak suka Bu Kanjeng harus menjalani hidup di tengah galaunya dunia melawan corona. Seakan tak percaya tetapi nyata. Banyak orang yang sebelumnya merasa jumawa akhirnya merana termakan dia punya wacana.
Sementara Bu Kanjeng tetap mikir dan hatinya ditata agar tidak terjungkir. Dengan penuh keyakinan setelah ada kesusahan pasti ada kemudahan. Di media yang begitu full informasi jadikan hati kadang sedih. Ketika membaca dunia berjatuhan korban karena wabah.
Bu Kanjeng berusaha tetap tenang. Diikutinya semua berita yang berkembang. Prediksi para ahli bahwa pada tanggal tertentu bila tidak patuh akan banyak yang tumbang. Tentu saja ini membuat hati merasa g. Orang yang biasa hidup teratur dan nyaman, akan terkaget kaget dengan keadaan ini.
Nitizen atau warganet yang nyinyir mulai menyalahkan berbagai kebijakan pemerintah. Yang Menkesnya ngga becus lah, Presiden lambat bertindak, sampai juga kecaman untuk anggota dewan rakyat yang adem ayem saja tanpa action.
Sementara banyak curhat di sekitar Bu Kanjeng yang membuat Bu Kanjeng semakin prihatin. Ia berusaha menampung curhatan itu. Ada PKL gorengan yang biasanya beromset 600-800 ribu setiap hari, karena tidak jualan, pendapatan hilang. Pedagang itu asam lambung naik dan berkeluh kesah pun jadi berkepanjangan.
Pemilik warung tempat pedagang itu belanja pun mengeluh sepi, karena kehilangan pelanggan. Oh Covid 19 ternyata kiprahmu membuat dunia semakin kisruh. Hampir di semua lini merasakan epidemi ini. Bu Kanjeng cuma punya empati dan berusaha untuk berbagi.
Bu Kanjeng juga iba hatinya saat terpaksa masuk pasar karena stok sereh dan empon-emponnya habis. Di koridor pasar yang sepi, cabe merah dan rawit dijemur, sementara aroma busuk aneka sayuran walaupun Bu Kanjeng sudah pakai masker masih tembus aroma busuknya. Terbayang bagaimana sayuran itu didatangkan sampai di pasar. Petaninya, angkutan, kuli pukulnya dan data beli tidak ada. Akhirnya pedagang lesu, petanipun pilu.
Pemandangan lain saat Bu Kanjeng mengantar anaknya dan melewati jalan yang biasa dipenuhi pedagang buah, ya tetap sepi. Dari mulai kios durian, aneka buah hingga kelapa muda, semua sepi. Kira - kira kalau tidak terjual larinya kemana ya? Daya beli yang rendah, aktivitas yang berkurang, karena usaha pemerintah memotong penyebaran virus Covid 19. Merebaknya berita kian hari kian bertambah. Semua itu membuat orang yang mau berpikir pasti hatinya diliputi harapan agar pademi ini segera berlalu.
Punya banyak komunitas mengajarkan Bu Kanjeng untuk menjaga komitmen yang sudah ia sepakati. Ajakan berbuat baik di saat yang tidak kondusif disambut dengan gembira. Kadang ia iri melihat penguasa yang juga tokoh agama walaupun sudah sepuh bisa berbagi dengan apa yang dimiliki.
Tentu saja Bu Kanjeng punya kelas tersendiri sesuai dengan kemampuannya. Ia mengajak orang lain untuk berbagi maka contoh yang sudah dilakukan bisa dicontoh saudara yang lain. Memang tidak seberapa bila dibandingkan dengan si bapak yang ada videonya lalu viral. Orang itu membagikan beras 5 kg plus uang 100 ribu rupiah. Siapa yang tidak ingin jadi ahli sedekah seperti itu.
Melihat dan memperhatikan contoh yang baik hati Bu Kanjeng terketuk. Apalagi kiprah anaknya sebagai Relawan di salah satu komunitas kemanusiaan yang selalu ingin berbagi dengan cara yang unik. Ternyata tidak semua orang egois dan tak peduli dengan pademi Corona saat ini.
Ada dua group komunikas yang diikuti dan selalu mengajak untuk berbagi. Bu Kanjeng bangga punya sahabat yang hatinya terketuk dan semangat berbaginya luar biasa. Hanya dikordinir lewat group WA sembako untuk berbagi bermunculan. Tanpa menunggu lama sembako itu sudah sampai kepada yang berhak menerima.
Tak terasa imbauan Diam di rumah diperpanjang. Artinya ya harus siap dengan suasana ini dan jangan pernah berpikir negatif. Bu Kanjeng berusaha menikmati yang ada di depan mata dan tidak lupa berbagi.
#Soloraya, 02042020
#Imbauan diam di rumah
#Dunia melawan Corona
Bersambung
Kemarin sore saya mendengarkan salah satu radio swastta dengan acara sharing interaktif antara penyiar dan pendengarnya. Biasa yang lagi ngetrend sekarang tentang Covid 19 dan juga penanggulangannya. Ada tiga hal menarik yang bisa menjadi pencerahan buat kita semua. Yang pertama ada sebuah masjid yang bagibagi sembako untuk warga sekitarnya. Yang ke 2 ada RT dan warga lingkungan sekitar yang membuat dapur umum, pada siang hari warga boleh mengambil makanan gratis di sana. Yang ke 3 ada yang mempunyai wi fi dibuka gratis untuk digunakan anak-anak sekitar untuk belajar online. Akan menjadi hebat sekali kalau banyak yang mencontoh karena akan menghilangkan kesusahan kesusahan yang dialami banyak orang terutama yang tidak berpenghasilan tetap, seperti para pengojek, pedagang pedagang kecil keliling, tukang pijat, pemulung bdan lain-lain. Karena imbas dari efek lock down, tetap tinggal di rumah sangat terasa sekali buat keuangan mereka. Pemasukan yang menurun drastis atau tidak ada sama sekali pemasukan. Karena berdiam diri di rumah dan karena pembeli yang sepi juga karena pabrik pemasok dagangannya tutup sementara.
Memang pemerintah mempunyai program PKH namun banyak warga yang berhak tak tercover . oleh program ini. Banyak warga yang berhak yang tidak ikut serta dalam program ini. Dalam kajian saya yang paling bisa mengambil peran dalam hal ini adalah masjid masjid. Bagi saya masjid adalah baitul mal bagi warga sekitar. masjidlah begitu banyak mempunyai dana cair dibandingkan dengan rt rw bahkan mungkin kelurahan. Dan lagi kan dana di masjid-masjid itu adalah merupakan uang infaq sedekah dari orang banyak dan tentunya disalurkan untuk orang-orang yang berhak.
Ada beberapa masjid yang di sekitar tempat tinggal saya yang pernah saya shalat jumat di sana. Biasanya diumumkan sebelum sholat Jumat kas saldo masjid. Dana yang didapat dari pengumpulan infaq dan sedekah jumlahnya bervariasi rata-rata puluhan juta bahkan ada yang duaratusan juta
Saya kira ini moment yang paling tepat untuk para pengurus DKM masjid-masjid mulai berperan aktif dalam menangani menanggulangi permasalahan masyarakat di sekitarn masjid karena imbas dari Covid 19. Dan jika anda salah seorang pengurus DKM suatu masjid ini saat yang tepat anda ikut berperan serta menyalurkan infak dan sedekah kepada mereka yang berhak dan tentunya orang memberinya akan senang tahu infaq dan sedekahnya bisa bermanfaat. Juga bila anda salah seorang pengurus DKM mushola, andil anda juga tentunya bisa bermanfaat banyak untuk masyarakat sekitar mushola
Bagi anda yang bukan pengurus anda masih bisa berperan aktif dengan cara membagikan tulisan ini kepada teman-teman anda. Dan insya Allah sampai juga kepada para pengurus DKM masjid masjid
Semoga awal Ramadhan nanti virus Corona Cofid-19, Allah angkat dan Allah letakkan kembali ke tempat yang semestinya dan kehidupan normal seperti sedia kala
CT73.
Kamis, 02 April 2020
RABU, 1 APRIL 2020
Curup, hususnya SDN 17 Rejang Lebong, berduka ,telah berpulang nya ibu Cik Imah, alias Omah, tepat pukul 17.26, atau setengah enam sore, meter air mata, umur takengemal usia, umurmu belum genap 60, engkau telah di panggil sang Khaliq, selamat jalan Oma ,semoga Husnul khatimah,Aamiin
Selamat jalan Oma ,semoga arwahmu tenang disisi Allah SWT, Aamiin
By.sahanatmu Asnati.
Selamat jalan Oma ,semoga arwahmu tenang disisi Allah SWT, Aamiin
By.sahanatmu Asnati.
Rabu, 01 April 2020
Sebatang Cabe
Satu kata untuk, tanaman yang satu ini, sayang cuma ada 4 pohon cabe, tapi samgatnamtu sekali saat makan Mi, Vani ni buat peranti pedes pedesaan.
Tanaman cabeku
Salam bloger dari Asnati
Curup, 01 April 2020
Langganan:
Postingan (Atom)
Memandang Jembatan Ampera
Ampera dari Atas Perahu Karya. Asnati Di atas perahu, aku terombang-ambing Menyusuri Sungai Musi yang tenang dan hening Di kejauhan, Amp...
-
Tanggal pertemuan : 28 April 2021 Resume ke : Ke 11 Tema : Penerbit Mayor Narasumber ...
-
Assalamualakum warah matullahi wabarokatuh, Apa kabar anak -anak ibu sekalian? Absen dulu sebelum belajar. Anak-anak hari ini kita belajar...
-
Tanggal pertemuan: 9 Juni 2021 Resume ke: Ke 24 Tema: Menulis Itu Mudah Narasumber: Dr. Ngainun Naim Gelombang: 18 CURRICULUM VITAE ...



















































