Pengikut

Rabu, 05 Maret 2025

Naik Ketek

 









Menuju Kemaro dengan Ketek

Karya. Asnati

Di tepian Musi, ketek menanti, Siap mengantarkan, ke pulau impian. Pulau Kemaro, legenda abadi, Kisah cinta, yang tak terlupakan.

Mesin ketek meraung, membelah sungai, Air Musi beriak, ombak menari. Angin sepoi-sepoi, menerpa wajah, Menyegarkan jiwa, dalam perjalanan ini.

Jembatan Ampera, tampak megah, Di kejauhan, siluetnya mempesona. Kapal-kapal besar, melintas perlahan, Menambah semarak, suasana sungai.

Pulau Kemaro, semakin mendekat, Pagoda menjulang, berwarna cerah. Pepohonan rindang, meneduhkan mata, Menyambut kedatangan, dengan ramah tamah.

Di pulau ini, kisah cinta bersemi, Antara putri Tionghoa, dan pangeran Palembang. Legenda abadi, yang terus dikenang, Di setiap sudut, Pulau Kemaro yang menawan.

Ketek merapat, di dermaga pulau, Kaki melangkah, menyentuh darata

n. Pulau Kemaro, destinasi wisata, Yang memikat hati, setiap pengunjungnya.
















































Palembang. Bulan Agustus 2024

Salam Literasi
@asnati

Kak Daiman

 








Kak Daiman, di Plaju yang Kurindu

Karya. Asnati

Di Plaju, kota kenangan masa lalu, Namamu, Kak Daiman, terukir di kalbu. Sepupu jauh, lama tak bersua, Rindu ini menggebu, ingin berjumpa.

Waktu berlalu, tahun-tahun berganti, Namun kenangan bersamamu, tetap abadi. Tawa canda, cerita masa kecil, Terbayang jelas, dalam benakku yang rapuh.

Plaju menyimpan, kisah persaudaraan kita, Di antara sungai Musi, yang mengalir mesra. Kuharap, Kak Daiman, kita bisa berjumpa, Mengulang kenangan, yang lama terlupa.

Di bawah langit Plaju, yang biru cerah, Kusebut namamu, dalam setiap langkah. Semoga doa ini, sampai kepadamu, Kak Daiman, sepupuku, yang selalu kurindu.

Suatu hari nanti, kita kan bertemu, Di Plaju, kota yang penuh rindu. Menjalin kembali, tali persaudaraan, Kak Daiman, kau selalu dalam ingatan.



Plaju. Agustus 2024

Salam Literasi

@asnati

Makam Ibu Munah dan Abah Surkim

 


Di Pusara Ibu Munah dan Abah Surkim, Plaju

Karya. Asnati

Di tanah Plaju, tempat peristirahatan abadi, Kudatang berziarah, hati penuh bakti. Di pusara Ibu Munah dan Abah Surkim tercinta, Doa kupanjatkan, semoga surga menjadi tempatnya.

Rumput hijau tumbuh, menutupi bumi, Bunga-bunga kamboja, putih berseri. Angin berbisik, membawa kenangan suci, Tentang kasih sayangmu, yang tak pernah mati.

Ibu Munah, engkau adalah pelita hati, Abah Surkim, engkau adalah pilar diri. Kebaikanmu abadi, terukir dalam sanubari, Kasih sayangmu, takkan pernah terganti.

Di sini, di tempatmu berdua beristirahat, Kurasakan kedamaian, yang tak terhingga. Semoga engkau tenang, di sisi Allah yang Maha Kuasa, Doa kami mengiringi, langkahmu menuju surga.

Plaju bersaksi, atas cinta dan baktimu, Makammu menjadi saksi, atas kasih sayangmu. Ibu Munah dan Abah Surkim, namamu abadi dalam kalbu, Ziarah ini, tanda cinta, takkan pernah layu.



Plaju. Agustus 2024

Salam Literasi

@asnati

Jembatan Ampera

 


Ampera Malam Hari

Karya. Asnati

Di atas Musi yang beriak tenang

 Ampera berdiri, megah menawan.

 Lampu-lampu berpendar

 gemerlap terang

 Menghiasi malam, penuh keindahan.

Siluetnya gagah, di langit malam

 Menjadi saksi bisu, sejarah silam

 Kendaraan melintas, hilir mudik perlahan

 Menyemai cerita, di setiap perjalanan.

Angin malam berhembus, sejuk menyapa

 Membawa aroma Musi, yang khas terasa. 

Di bawah Ampera, duduk bercengkerama,

 Menikmati malam, dalam suasana istimewa.

Cahaya bulan memantul, di permukaan air

 Menambah pesona, malam yang syahdu. 

Ampera malam hari, lukisan yang terukir

 Dalam hati setiap insan, yang pernah merindu.

Di sini, di jantung kota Palembang

 Ampera berdiri, kokoh dan gemilang

 Menjadi simbol kebanggaan, tak lekang

 Kisah cinta dan sejarah, terus dikenang.


Palembang   Agustus 2024

Salam Literasi

@asnati

Ziarah

 


Di Pusara Kak Asman, Kepahiang

Karya. Asnati

Di bukit sunyi Kepahiang nan permai

 Kudatang berziarah, hati terurai. 

Di pusara Kak Asman, doa kupanjatkan

 Kenangan indah bersamanya takkan terlupakan.

Rumput hijau tumbuh, sejuk terasa

 Angin berbisik, membawa cerita

 Cerita tentangmu, Kak, yang penuh tawa

 Kebaikan hatimu, selalu membekas di jiwa.

Bunga-bunga kamboja, putih merekah

 Menyambut kedatanganku, dengan ramah

 Kutabur bunga, sebagai tanda cinta

 Semoga Allah menerima, segala amalmu di sana.

Di sini, Kak, di tempat peristirahatanmu

 Kurasakan kedamaian, yang tak terhingga. 

Semoga engkau tenang, di sisi-Nya selalu

 Doa kami mengiringi, langkahmu menuju surga.

Kepahiang bersaksi, atas kebaikanmu

 Makammu menjadi saksi, atas kasih sayangmu.

 Kak Asman, namamu abadi dalam kalbu

 Ziarah ini, tanda cinta, takkan pernah layu.


Curup. Rabu. 5 Maret 2025

@asnati

Puasa Hari Ke Lima

 





Hari Kelima Ramadhan 2025

Karya. Asnati

Mentari pagi menyapa lembut

 Hari kelima Ramadhan telah tiba.

 Perut terasa lapar dan dahaga

 Namun iman tetap membara.

Kutahan diri dari godaan dunia

 Kuhindari kata-kata dusta. 

Kuperbanyak ibadah dan doa, Semoga Allah ridha.

Di hari kelima ini, Kurenungkan makna puasa.

 Menahan nafsu dan amarah, Menjaga hati dari dosa.

Ya Allah, kuatkanlah imanku

 Bimbinglah aku di jalan-Mu. 

Jadikanlah Ramadhan ini

 Bulan penuh berkah dan ampunan-Mu.


Curup Rabu.5 Maret 2025

Salam literasi

@asnati

Minggu, 02 Maret 2025

Cendol

 



Cendol Segarnya Negeri Tropis

Karya. Asnati

Hijau menggoda, berenang di santan Cendol lembut, manisnya impian Gula merah cair, harum mewangi Es batu retak, segarnya menari

Di kala senja, dahaga melanda Cendol hadir, pelepas dahaga Bulir-bulir hijau, kenyal di lidah Manisnya santan, tak pernah salah

Di pasar malam, di tepi jalan Cendol dijual, penuh senyuman Minuman rakyat, sederhana rasa Namun nikmatnya, tak terlupa

Cendol, kau warisan kuliner bangsa Segarnya abadi, sepanjang masa Di setiap teguk, cerita tercipta Cendol, kau pesona nusantara


Salam Literasi

@asnati


Memandang Jembatan Ampera

  Ampera dari Atas Perahu Karya. Asnati Di atas perahu, aku terombang-ambing  Menyusuri Sungai Musi yang tenang dan hening  Di kejauhan, Amp...