Pengikut

Rabu, 03 Februari 2021

Paswor sertifikat PGRI

 




SAAT HIDAYAH MENYAPA

Bismillaah....

Terbukanya hati seseorang itu merupakan milik Allah subhanahu wa ta'ala semata..
Allah berfirman (yang artinya),
"Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (QS. Yusuf: 103)

Ketika hidayah belum menyapamu...
Sanggupkah engkau membelinya??!
Masalah hati orang menerima atau tidak?!
Itu adalah kuasa Allah subhanahu wa ta'ala semata...
Dan tidak ada orang yang bisa campur tangan dalam urusan itu!

Ketika engkau medambakan hidayah...
Sudahkah engkau memintanya??
Empat hal yang dimohon dan diminta oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Allah subhanahu wa ta'ala...
"Ya Allah...
Aku mohon kepada Engkau petunjuk,
Aku mohon kepada Engkau ketaqwaan,
Aku mohon kepada Engkau agar aku mampu untuk menjaga kehormatan diriku..
Dan aku mohon kepada Engkau ya Allah akan kecukupan.."

Ketika hidayah menyapa hatimu...
Sanggupkah engkau mempertahankannya??
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan akan suatu zaman,akan ada hari-hari kesabaran, orang yang berpegang kepada agamanya,
Seperti memegang bara api..
Ia panas, tapi ia harus dipegang, karena apabila ia lemparkan maka akan menjadi api neraka untuknya..
Ia panas, namun harus segera ia pegang..
Karena itu merupakan kebahagiaan untuk hidupnya di dunia dan akhiratnya...

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kabar gembira bagi mereka, yang kokoh, tegar, dan memegamg sunnah Rasulullah di zaman fitnah seperti itu, beliau bersabda: "Orang yang berpegang kepada sunnahku di hari itu mendapatkan pahala 50 sahabat yang mengamalkan sunnah tersebut..."

Saat

 SAAT HIDAYAH MENYAPA


Bismillaah....


Terbukanya hati seseorang itu merupakan milik Allah subhanahu wa ta'ala semata..

Allah berfirman (yang artinya),

"Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (QS. Yusuf: 103)


Ketika hidayah belum menyapamu...

Sanggupkah engkau membelinya??!

Masalah hati orang menerima atau tidak?!

Itu adalah kuasa Allah subhanahu wa ta'ala semata...

Dan tidak ada orang yang bisa campur tangan dalam urusan itu!


Ketika engkau medambakan hidayah...

Sudahkah engkau memintanya??

Empat hal yang dimohon dan diminta oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Allah subhanahu wa ta'ala...

"Ya Allah...

Aku mohon kepada Engkau petunjuk,

Aku mohon kepada Engkau ketaqwaan,

Aku mohon kepada Engkau agar aku mampu untuk menjaga kehormatan diriku..

Dan aku mohon kepada Engkau ya Allah akan kecukupan.."


Ketika hidayah menyapa hatimu...

Sanggupkah engkau mempertahankannya??

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan akan suatu zaman,akan ada hari-hari kesabaran, orang yang berpegang kepada agamanya,

Seperti memegang bara api..

Ia panas, tapi ia harus dipegang, karena apabila ia lemparkan maka akan menjadi api neraka untuknya..

Ia panas, namun harus segera ia pegang..

Karena itu merupakan kebahagiaan untuk hidupnya di dunia dan akhiratnya...


Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kabar gembira bagi mereka, yang kokoh, tegar, dan memegamg sunnah Rasulullah di zaman fitnah seperti itu, beliau bersabda: "Orang yang berpegang kepada sunnahku di hari itu mendapatkan pahala 50 sahabat yang mengamalkan sunnah tersebut..."

Hidayah



 SAAT HIDAYAH MENYAPA


Bismillaah....


Terbukanya hati seseorang itu merupakan milik Allah subhanahu wa ta'ala semata..

Allah berfirman (yang artinya),

"Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (QS. Yusuf: 103)


Ketika hidayah belum menyapamu...

Sanggupkah engkau membelinya??!

Masalah hati orang menerima atau tidak?!

Itu adalah kuasa Allah subhanahu wa ta'ala semata...

Dan tidak ada orang yang bisa campur tangan dalam urusan itu!


Ketika engkau medambakan hidayah...

Sudahkah engkau memintanya??

Empat hal yang dimohon dan diminta oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Allah subhanahu wa ta'ala...

"Ya Allah...

Aku mohon kepada Engkau petunjuk,

Aku mohon kepada Engkau ketaqwaan,

Aku mohon kepada Engkau agar aku mampu untuk menjaga kehormatan diriku..

Dan aku mohon kepada Engkau ya Allah akan kecukupan.."


Ketika hidayah menyapa hatimu...

Sanggupkah engkau mempertahankannya??

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan akan suatu zaman,akan ada hari-hari kesabaran, orang yang berpegang kepada agamanya,

Seperti memegang bara api..

Ia panas, tapi ia harus dipegang, karena apabila ia lemparkan maka akan menjadi api neraka untuknya..

Ia panas, namun harus segera ia pegang..

Karena itu merupakan kebahagiaan untuk hidupnya di dunia dan akhiratnya...


Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kabar gembira bagi mereka, yang kokoh, tegar, dan memegamg sunnah Rasulullah di zaman fitnah seperti itu, beliau bersabda: "Orang yang berpegang kepada sunnahku di hari itu mendapatkan pahala 50 sahabat yang mengamalkan sunnah tersebut..."

Pelatihan

 


Kupu-kupu

 Kupu kupu tak akan pernah tau apa warna sayap mereka..

tapi orang orang tau betapa indahnya mereka...


Seperti juga dirimu...

engkau tidak tahu betapa indahnya dirimu..

tapi Allah tahu betapa istimewanya dirimu di mata-Nya.


Yaitu...

Ketika engkau tunduk dalam syari'at-Nya

ridha atas takdir-Nya...

tersenyum dalam musibah yang beruntun..

Tegar dalam ujian yang bertubi tubi...

teguh dalam pendirian...


subhanallah...

semoga engkau,aku,kita semua termasuk yang terpilih menjadi hamba yang terindah di mata-Nya...


aamiin ya Allah...

80% Masalah

 Tau kenapa ? Karena 80% orang lain tidak peduli dengan masalahmu... sisanya senang kamu punya masalah... dan sedikit sekali yang benar-benar peduli dan ngasih solusi...

Nasi Goreng

 Dulu pernah punya cita-cita pingin jadi jurnalis. Karena sejak SD senang nulis dan katagori "bocah crewet". Dan pas SMA banyak kesempatan ikut lomba karya ilmiah kepenulisan.


Kayaknya seneng gitu jadi jurnalis, isi otaknya kepo banyak hal. Lanjut kuliah jurusan Sastra. Tapi apalah daya, dulu aku marah sama diri sendiri karena merasa gagal meraih cita-cita. Dan menyebut diriku sebagai Si Bolu Bantat. Bikin susah payah, keluar banyak biaya, tapi gagal. Dimakan tak enak, dibuang sayang. Dipandang menyedihkan dan ditertawakan banyak orang.


Dari situ banyak sekali pelajaran tak ternilai. Kesalahan demi kesalahan yang kadang tak mau menunjuk idung sendiri.


Sekarang, meski banyak titik yang ingin diraih. Hati-hati dan kematangan menjadi prioritas. Ga bisa "grubag-grubug" lagi. Ga boleh asal gas pol tapi remnya blong. 


Selamat datang Februari.

Hari demi hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Sebelum benar-benar menyesal nanti.


(Tulisan yang aku sendiripun tidak bisa membacanya 😅)

Memandang Jembatan Ampera

  Ampera dari Atas Perahu Karya. Asnati Di atas perahu, aku terombang-ambing  Menyusuri Sungai Musi yang tenang dan hening  Di kejauhan, Amp...